Breaking News:

Berita Kudus

Tampung Perusahaan Lebih Banyak, Ketua DPRD Usulkan KIHT Diperluas 

Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Kabupaten Kudus dinilai bisa menjadi ‎solusi untuk pemberantasan rokok ilegal.

Penulis: raka f pujangga | Editor: Catur waskito Edy
raka f pujangga
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Muhamad Purwantoro?, saat pemusahan rokok ilegal. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Kabupaten Kudus dinilai bisa menjadi ‎solusi untuk pemberantasan rokok ilegal.

Perusahaan yang semula memproduksi rokok ilegal, bisa mendapatkan fasilitas agar beralih menggunakan rokok legal di KIHT.

Hal itu juga menjadi harapan Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan agar peredaran rokok ilegal dapat ditekan pada tahun 2022 mendatang.

Lewat anggaran APBD 2022, alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) akan diprioritaskan untuk perluasan KIHT.

"Tahun depan akan kami perluas sampai lima hektare," ujar dia.

Pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp 32 miliar untuk‎ perluasan lahan dan pengadaan mesin Sigaret Kretek Mesin (SKM)

"Kami anggarkan Rp 32 miliar itu untuk pembelian mesin ‎dan perluasan lahan," ujar dia.

‎Sementara itu, Bupati Kudus, HM Hartopo menyampaikan, KIHT  bisa dimanfaatkan untuk perusahaan golongan 3 untuk berproduksi secara aman dan legal.

Apalagi sewanya sangat murah, sehingga sangat menguntungkan para pengusaha untuk terus berkembang.

"Sewanya sangat murah sekali, sehingga ini menjadi salah satu ketertarikan perusahaan," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved