Breaking News:

Berita Semarang

Ukuran Kiosnya Kurang Besar, Pedagang Pasar Mranggen Gugat Dinas ke PTUN Semarang

Sejumlah pedagang Pasar Mranggen Demak mendatangi Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Kamis (18/11/2021).

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Sejumlah pedagang Pasar Mranggen menunjukan dokumen denah pasar usai persidangan di PTUN Semarang 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Sejumlah pedagang Pasar Mranggen Demak mendatangi Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Kamis (18/11/2021).

Kedatangan mereka ingin mendengar keterangan dari saksi pihak tergugat yang merupakan pejabat di Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) Kabupaten Demak.

"Sebenarnya persoalannya sangat sederhana. Yaitu terbalik dalam penempatan kembalinya pedagang untuk menempati kembali kios setelah pasar direnovasi," kata pedagang pasar yang merupakan penggugat, Eni Kusniati usai persidangan.

Baca juga: PT KAI Kejar Aset Rumah Dinas di Jl Veteran Semarang, Dari 90 Rumah, Baru 33 Unit yang Ditertibkan

Baca juga: Meike Urung Buka Usaha, Baru Sewa Rumah di Jalan Veteran Semarang, Ternyata PT KAI Tarik Asetnya

Baca juga: Peringati Milad ke-109, PD Muhammadiyah Blora Usung Tema Menebarkan Semangat Kebaikan

Ia menjelaskan, pedagang yang awalnya menempati di pasar lama atau sebelum direnovasi menempati kios dengan ukuran besar, namun setelah pembangunan selesai mendapatkan hak kembali dengan kios yang kecil.

Sebelumnya, Eni menempati kios dengan ukuran 4x5 meter persegi.

Namun, setelah proses renovasi selesai, ia menempati kios 2x5 meter.

Sedangkan yang lainnya masih menempati kios dengan ukuran awal yakni 4x5 meter.

"Malah ada kios yang dulunya kecil di bawah tangga, sekarang di bangunan baru dapat kios luas 4x5 meter," ucapnya.

Senada, pedagang Pasar Mranggen lain, Bambang menuturkan, aturan lain yang mengganjal hati para pedagang yakni sebelum menempati kios baru harus membayar 15 persen dari harga ketetapan bersama.

"Petugas mengatakan untuk keperluan balik nama. Pedagang lama ketika kembali lagi tentunya kan tidak perlu balik nama. Balik nama itu karena adanya peralihan hak. Pedagang merasa keberatan dengan adanya pungutan pembayaran itu," ucap Bambang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved