Breaking News:

Berita Video

Video Tinggal di Lokasi Rawan Longsor di Semarang Bikin Tugiati Waswas

Mendiami lokasi rawan longsor, tentu selalu waswas.Lantaran harus selalu siaga, terutama saat hujan deras datang.

Penulis: budi susanto | Editor: abduh imanulhaq

“Anak saya lima, dan sudah tidak ada suami, kalau pindah tidak mampu beli rumah baru,” jelasnya.

Tak hanya Tugiati yang mengalami trauma karena longsor.

Ratih (28) anak Tugiati juga merasakan hal yang sama.

Bahkan ingatan Ratih masih tajam, saat menceritakan kejadian longsor yang melanda tempat ia tinggal.

“Saat itu saya masih mengandung delapan bulan, longsor terjadi dini hari. Usai mengalami kejadian itu, perut saya langsung kontraksi,” katanya.

Ratih sendiri seketika dibawa ke rumah sakit usia mengalami kejadian longsor Februari lalu.

“Alhamdulilah anak saya lahir usia kejadian, sampai sekarang trauma tersebut masih membekas,” ujar Ratih yang tengah menggendong anaknya.

Ratih juga mengatakan tak bisa tidur tenang, terutama saat musim hujan seperti saat ini.

“Bisa tidur kalau hujan reda, karena takut ada longsor, apa lagi di rumah ini ada tiga balita,” jelas wanita 28 tahun itu.

Tempat Tugiati tinggal juga masuk dalam pemetaan lokasi rawan bencana longsor oleh BPBD Kota Semarang.

Beberapa waktu lalu, BPBD bersama Pemkot Semarang mengeluarkan peringatan untuk masyarakat mengenai lokasi rawan bencana.

Dari keterangan Arief Rudianto, Kepala BPBD Kota Semarang, empat kecamatan di Kota Semarang menjadi lokasi rawan longsor.

Empat kecamatan tersebut yaitu Semarang Barat, Candisari, Banyumanik, dan Kecamatan Gajahmungkur.

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved