Breaking News:

Berita Semarang

BP2MI Jateng Berikan Sosialisasi Pembebasan Biaya Penempatan Melalui Program KTA BNI

BP2MI UPT Semarang terus berupaya berikan perlindungan kepada para Pekerja Migran Indonesia.

Penulis: Hermawan Handaka | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Acara sosialisasi KTA bersama BNI di kantor BP2MI UPT Semarang wilayah Jawa Tengah, Jumat (19/11). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) UPT Semarang wilayah Jawa Tengah terus berupaya memberikan perlindungan kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Salah satunya dari praktek mafia rente yang memberikan pinjaman biaya penempatan berbunga tinggi. 

Kepala BP2MI UPT Semarang wilayah Jawa Tengah, Pujiono didampingi Subkoordinator Penempatan Danang Adil menjelaskan, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) meluncurkan pembebasan biaya penempatan PMI melalui Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Upaya ini diharapakan dapat memudahkan para PMI dan menghapus praktek mafia rente. 

"Targetnya dengan adanya KTA ini pekerja migran tidak lagi melakukan hutang dengan rentenir berbiaya tinggi. Melainkan bisa menggunakan KTA, selain bunganya rendah angsuran pertama dimulai ketika PMI sudah bekerja enam bulan di negara penempatan. Tidak dibebankan ketika awal bekerja," kata Pujiono saat acara sosialisasi KTA bersama BNI di kantor BP2MI UPT Semarang wilayah Jawa Tengah," Jumat (19/11). 

Acara sosialisasi tersebut dibuka oleh Direktur Penempatan Non Pemerintah Kawasan Asia Afrika  BP2MI Devriel Sogia. Turut hadir pula Plt Direktur Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia Afrika BP2MI Hard Marentek.

Diikuti oleh 23 peserta yang merupakan perwakilan dari Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang ada di wilayah Jawa Tengah. 

"Acara sosialisasi KTA ini merupakan bagian dari soslusi pembebasan biaya penempatan. Kebijakan baru ini kami langsung mensosialisasikannya kepada P3MI yang ada di Jawa Tengah," imbuh Pujiono kepada Tribun Jateng. 

Dijelaskannya, untuk sementara, fasilitas KTA ini diberikan hanya diberikan kepada dua negara penempatan yakni Hongkong dsn Taiwan. Harapannya nanti semua negara tujuan bisa ikut terfasilitasi. 

Adapun plafon yang diberikan dari program KTA ini bisa mencapai Rp 40 juta, nilai tersebut menurutnya sudah cukup sebagai biaya penempatan di kedua negara tersebut.

Sedangkan tenor atau jangka waktu kredit bisa sampai dua tahun. 

"Nilai proses proses penempatan bermacam-macam. Melalui fasilitas KTA ini maksimal pembiayaan bisa sampai Rp 40 juta. Sebagai gambaran untuk penematan di negara Hongkong tidak sampai sebesar itu. Jangka waktu kredit sampai kontrak pekerja migran selesai biasanya dua tahun," imbuhnya. 

Pujiono menambahkan selama masa pendemi ini, jumlah tenaga migran yang berasal dari Jawa Tengah mengalami penurunan.

Jika pada waktu normal bisa mencapai 25 ribu PMI, sekarang ini sampai dengan data September 2021 hanya ada 16 ribu PMI. 

"Jumlah tenaga migran Jateng September ini sekitar 16 ribu, turun akibat pademi, normalnya sampai 23 ribu, dengan negara tujuan paling banyak Taiwan dan Hongkong dengan kontribusi 50 persen, sisanya negara Singapura, Malaysia dan negara lain," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved