Breaking News:

Berita Banjarnegara

Chikungunya Serang Warga Banjarnegara, Pemerintah Kelurahan Siapkan PSN Massal

Belum hilang Covid 19, sebagian warga Banjarnegara diresahkan serangan virus Chikungunya.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Net via Tribun Jabar
Nyamuk Aedes aegypti penyebab chikungunya 

TRIBUNBANYUMAS. COM, BANJARNEGARA - Belum hilang wabah Covid 19, sebagian warga Banjarnegara diresahkan serangan virus Chikungunya.

Di Kelurahan Parakancanggah Kecamatan,  puluhan warga terinfeksi Chikungunya

Sebanyak 26 warga tercatat terinfeksi Chikungunya. Itu baru yang memeriksakan diri di Puskesmas terdekat. Belum termasuk mereka yang berobat ke dokter, rumah sakit, atau tidak berobat. 

Banyaknya kasus warga yang terinfeksi Chikungunya membuat pihaknya bergerak menangani.  Pihaknya akan mengadakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) massal dalam waktu dekat ini. 

"Untuk fogging tidak direkomendasikan karena bisa mengganggu pernafasan. Terus nyamuk yang mati hanya yang beterbangan, " kata Sarwosri, Lurah Parakancanggah, Banjarnegara, Jumat (19/11/2021) 

Karena itu, pihaknya tidak menggunakan cara itu untuk memberantas nyamuk. Pemberantasan nyamuk pembawa virus Chikungunya akan dilakukan dengan membersihkan tempat-tempat yang dicurigai menjadi sarang nyamuk. 

Pihaknya akan memeriksa bak penampungan air di rumah-rumah warga untuk memastikannya bersih dari jentik nyamuk.  Di musim penghujan ini, banyak timbul genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. 

Wajar, di musim penghujan, populasi nyamuk pembawa virus berkembang sangat cepat. Ini pada akhirnya memengaruhi jumlah kasus warga yang terserang Chikungunya meningkat. 

"Sudah ada kasus sejak lebaran lalu, tapi hanya ada beberapa rumah. Tapi mulai penghujan, Oktober-November ini, kasusnya banyak, " katanya

Gejala yang umum bagi penderita Chikungunya antara lain pusing,  tulang pegal, dan muncul ruam merah pada kulit. 

Penyakit ini tidak mematikan seperti Demam Berdarah. Hanya penderitanya susah beraktifitas karena penyakit itu menyerang persendian.

Ia melihat sejumlah penderita Chikungunya tubuhnya susah bergerak hingga cara berjalan mirip robot. 

Penyembuhan Chikungunya pun dinilainya cukup lama sampai satu hingga dua bulan. Sementara penyembuhan penderita anak-anak relatif lebih singkat, berkisar 14 hari karena sistem imunnya masih kuat. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved