Breaking News:

Berita Batang

Dukung Ketahanan Pangan Terkait Adanya KIT Batang, Dispaperta Rekrut 200 Petani Milenial

Pasalnya, akan ada ratusan ribu pekerja dari berbagai daerah yang tentunya membutuhkan kebutuhan konsumsi

Penulis: dina indriani | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Dina Indriani
Kepala Dinpaperta Batang, Heru Yuwono 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Untuk mendukung ketahanan pangan dengan adanya kawasan industri terpadu Batang (KITB), Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang dalam waktu dekat ini akan merekrut sebanyak 200 orang petani milenial.

Ratusan petani milenial tersebut akan fokus pada komuditas holtikultira, perkebunan dan tanaman pangan.

Pasalnya, akan ada ratusan ribu pekerja dari berbagai daerah yang tentunya membutuhkan kebutuhan konsumsi.

Kepala Dispaperta Batang, Susilo Heru Yuwono mengatakan petani millenial yang dipilih merupakan petani muda yang sudah melakukan inovasi serta sudah semi modernisasi pertanian. 

"200 orang petani muda ini akan kita bagi, 100 untuk holtikultura, 50 orang komoditas pertanian pangan dan 50 orang untuk perkebunan, kita akan tata dan kita ikutkan dalam keanggotaan koperasi yang sudah kita bentuk," jelasnya, Jumat (19/11/2021).

Lebih lanjut, perekrutan 200 petani milenial juga merupakan program dari Kementrian Pertanian yang direncanakan tahun depan mendapatkan programnya. 

"Pengukuhan rekruitmennya nanti langsung dari Kementerian Pertanian dalam waktu dekat ini," ujarnya

Petani milenial yang akan direkrut merupakan hasil seleksi yang sudah memiliki keahlian seperti ahli di tanaman kelengkeng, mangga durian, tanaman padi dan lainnya. 

"Tanaman buah dan tanaman apapun itu harus di treatment agar bisa menghasilkan yang luar biasa, karena tanaman yang tidak sesuai kulturnya harus ditreatment kalau untuk bisa berbuah," ungkapnya. 

Heru juga berharap kepada 200 petani milenial untuk bisa menularkan ilmunya kepada masyarakat, sehingga banyak pemuda sukses di bidang pertanian. 

"Kalau kita tidak bergerak masif dari sekarang, lima tahun lagi dengan hadirnya kawasan Industri pertanian kita habis," pungkasnya. (din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved