Breaking News:

Berita Pekalongan

Inggit Soraya Kawal Aksi Konvergensi Penurunan Angka Stunting

Pemkot Pekalongan kian gencar melakukan upaya-upaya untuk menurunkan tingkat angka stunting.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Dok. Kominfo Kota Pekalongan
Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya saat membuka bimbingan teknologi (Bimtek) aksi konvergensi percepatan penurunan stunting Kota Pekalongan, di aula BKD setempat. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan semakin gencar melakukan upaya-upaya untuk menurunkan tingkat angka stunting dengan menggandeng OPD terkait.

Guna mendukung upaya tersebu

Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya saat membuka bimbingan teknologi (Bimtek) aksi konvergensi percepatan penurunan stunting Kota Pekalongan, di aula BKD setempat.
Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya saat membuka bimbingan teknologi (Bimtek) aksi konvergensi percepatan penurunan stunting Kota Pekalongan, di aula BKD setempat. (Dok. Kominfo Kota Pekalongan)

t, Badan Perencana Pembangunan Daerah (BAPPEDA) setempat menggelar kegiatan bimbingan teknologi (Bimtek) aksi konvergensi percepatan penurunan stunting Kota Pekalongan, di aula BKD setempat. Bimtek tersebut resmi dibuka secara virtual oleh Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya.

Pada bimtek tersebut Inggit menyampaikan, bahwa penyelenggaraan intervensi gizi spesifik dan sensitif secara konvergen harus dilakukan dengan mengintegrasikan dan menyelaraskan berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan pencegahan stunting.

Sehingga perlu melibatkan seluruh tim aksi konvergensi stunting di tingkat kelurahan.

"Saya akan terus berkomitmen mengawal aksi konvergensi ini beserta segenap TP PKK Kota Pekalongan, melalui Pokja IV akan terus bersinergi dan berkolaborasi untuk segera menuntaskan program-program terkait dengan percepatan penurunan angka stunting di seluruh wilayah Kota Pekalongan," kata Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jum'at (19/11/2021).

Inggit mengungkapkan upaya konvergensi percepatan pencegahan stunting dilakukan mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi. 

Sementara itu, Ketua Bappeda Kota Pekalongan Anita Heru Kusumorini menyebutkan, pelaksaan bimtek ini merupakan tindak lanjut atas Peraturan Presiden (Perpres) No. 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dimana Perpers ini sebagai pengganti Perpres No.2 Tahun 2013 tentang percepatan perbaikan gizi yang telah dicabut.

"Aksi konvergensi penurunan angka stunting ini memerlukan peran lintas sektor seperti Bappeda, Dinkes, BPOM, DKP, Dinperpra, Dinperkim, dan bagian pemerintahan dengan melaksanakan tanggung jawab serta memberikan layanan kepada masyarakat Kota Pekalongan sesuai topoksinya sehingga dapat tercapai tujuan aksi ini. 

Selanjutnya, Kepala Dinkes Kota Pekalongan Slamet Budiyanto menyebutkan, ada 7 lokus kelurahan yang ditunjuk di tahun 2021 dan untuk tahun 2022 bertambah menjadi 10 lokus kelurahan, dimana itu didasarkan pada data masih tingginya angka stunting di kelurahan tersebut. 

"7 lokus kelurahan yang ditunjuk di tahun 2021 ini meliputi Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kelurahan Kuripan Yosorejo, Kelurahan Sokoduwet, Kelurahan Medono, Kelurahan Sapuro, Kelurahan Tirto, dan Kelurahan Pringrejo. Untuk lokus tahun 2022 yaitu Kelurahan Pasir Kraton Kramat, Kelurahan Kalibaros, Kelurahan Setono, Kelurahan Podosugih, Kelurahan Krapyak, Kelurahan Degayu, Kelurahan Panjang Wetan, Kelurahan Jenggot, Kelurahan Klego, dan Kelurahan Pringrejo," katanya

Menurut laporan yang ada saat ini untuk Kota Pekalongan tercatat 17% berada di atas rata-rata tingkat Jawa Tengah yang 14%.

"Jadi, masih menjadi PR bagi kita untuk bisa segera menurunkan angka stunting tersebut di bawah target Jateng. Mudah-mudahan dengan adanya gerakan anti konvegerensi ini dapat membantu penurunan angka stunting di kota pekalongan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved