Berita Yogya

Kasus Dugaan Anggota MUI Terlibat Terorisme, Haedar Nashir: Kita Serahkan Pada Kepolisian

Ketua Umum PP Muhammadiyah tak berkomentar banyak terkait dugaan terorisme anggota MUI.

Editor: sujarwo
IST
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir MSi 

TRIBUNJATENG.COM - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr KH Haedar Nashir MSi tidak berkomentar banyak terkait kasus dugaan terorisme yang menjerat anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) berinisial AZA.

Ia hanya mengatakan, pihaknya menyerahkan kasus dugaan terorisme yang menjerat AZA kepada kepolisian.

Diketahui, AZA ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri bersama dua orang lainnya di wilayah Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/11/2021).

Satu di antara rekam jejaknya yang terkuak adalah ia pernah menjadi Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir.

Saat itu, sejak tahun 1999-an, AZA menempuh studi magister di Universitas Al Azhar, Mesir dan melanjutkan pendidikan doktoral di universitas yang sama.

Dari hasil investigasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), AZA diduga terlibat dalam pendanaan aksi terorisme.

"Pertama kita serahkan pada proses hukum yang betul-betul adil, objektif dan juga tidak lepas dari menjaga stabilitas nasional. Saya percaya kepolisian akan betul-betul saksama mengatasinya," kata Haedar kepada wartawan usai acara milad Ke-109 Muhammadiyah di Sportorium UMY, Kamis (18/11/2021).

Dia berharap masyarakat tidak terhasut dan terprovokasi mengikuti ajakan untuk bertindak melanggar hukum.

“Yang kedua masyarakat jangan sampai juga terprovokasi dan terbawa isu-isu yang akhirnya kita menjadi kontraproduktif dan gaduh karena soal ini," ucap Haedar.

Menurut dia, aparat kepolisian mampu meredam semua persoalan terkait masalah terorisme tersebut.

Haedar turut berpesan kepada aparat kepolisian agar mampu menangani persoalan terrorisme dengan baik.

Sehingga situasi di Tanah Air tidak sampai diperkeruh oleh persoalan yang muncul terkait masalah terorisme tersebut.

“Tentu juga kita harapkan bahwa banyak potensi masyarakat kita yang positif untuk bangsa dan negara, sehingga masalah terorisme ini bisa tertangani dengan baik oleh pihak kepolisian, oleh proses pengadilan, tetapi juga istilahnya supaya kolam Indonesia jangan sampai keruh gara-gara ini,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved