Breaking News:

Guru Berkarya

Menggunakan Google Form sebagai Media Diskusi Pembelajaran PPKn

Mengajarkan materi makna Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup merupakan salah satu upaya guru dalam menumbuhkan rasa semangat kebangsaan

Editor: abduh imanulhaq
IST
Nurul Khikmah SH, Guru SMPN 1 Kajen Kabupaten Pekalongan 

Oleh: Nurul Khikmah SH, Guru SMPN 1 Kajen Kabupaten Pekalongan

MENGAJARKAN materi makna Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup merupakan salah satu upaya guru dalam menumbuhkan rasa semangat kebangsaan serta cinta kepada tanah air pada siswa. Menurut Lukman Surya Putra dkk (2017), Pancasila sebagai Dasar Negara yaitu falsafah dan ideologi negara yang bermakna Pancasila berfungsi sebagai dasar yang mengatur penyelenggaraan pemerintahan negara. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa disebut way of life yang bermakna pegangan, pedoman, pandangan serta petunjuk hidup yakni Pancasila sebagai pedoman bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara seluruh masyarakat Indonesia.

Upaya tersebut telah dilaksanakan di SMPN 1 Kajen, Kab Pekalongan melalui pembelajaran PPKn KD 3.1 Kelas 8 dengan sub materi Makna Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup. Mengingat pentingnya memahami materi tersebut maka diharapkan siswa dapat memahami materi dengan baik.

Kenyataan yang ada proses belajar mengajar hingga kini masih belum bisa dilaksanakan normal seperti sebelum pandemi Covid-19. Di SMPN 1 Kajen sendiri proses pembelajaran telah dilakukan secara tatap muka terbatas. Meskipun proses belajar telah dilaksanakan secara langsung akan tetapi harus selalu menjaga protokol kesehatan.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru yang bertugas membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran lantaran gerak siswa maupun guru menjadi terbatas. Kondisi tersebut tentu akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa seperti saat pembelajaran daring yang memperlihatkan hasil belajar siswa masih belum maksimal. Dengan adanya kondisi yang sedemikian rupa, guru tertantang untuk berusaha menciptakan pembelajaran yang interaktif.

Salah satu upaya yang dilakukan guru yaitu dengan menerapkan metode diskusi terbatas. Meskipun pembelajaran dilaksanakan dengan diskusi akan tetapi siswa tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Menurut Sutikno (2007), metode diskusi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada para siswa (kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan atas suatu masalah.

Sebelum diskusi diterapkan guru mempersiapkan materi pengantar, bahan diskusi berupa Tabel Aktivitas 1.3 serta lembar kerja siswa dalam bentuk google formulir sebagai media pembuatan laporan diskusi. Adapun peran guru ketika pembelajaran di antaranya memandu jalannya diskusi seperti mengelompokkan siswa ke dalam kelompok kecil beranggotakan empat orang, membagikan bahan diskusi dan link google formulir serta mengawasi jalannya diskusi agar berjalan dengan lancar dan siswa tetap menerapkan protokol kesehatan.

Ketika diskusi selesai, guru mengarahkan siswa untuk memaparkan laporan hasil diskusi. Berdasarkan hasil presentasi menunjukkan hampir semua pemaparan laporan hasil diskusi yang telah siswa susun tepat.

Hanya ada satu kelompok kecil yang belum mampu menyusun laporan diskusi dengan jawaban yang semuanya tepat. Selain itu, siswa juga berperan aktif dalam menanggapi pemaparan laporan diskusi, baik memberikan pertanyaan maupun menambahkan beberapa jawaban yang telah disampaikan oleh salah satu kelompok.

Berdasarkan gambaran di atas maka dapat disebutkan bahwa dengan melakukan diskusi terbatas dalam PTM terbatas mata pelajaran PPKn di SMPN 1 Kajen berjalan dengan baik dan interaktif. Hasil belajar siswa juga menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan hasil pembelajaran sebelumnya yang dilaksanakan secara daring dengan tanpa melakukan diskusi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved