Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Mohon Bersabar, Proyek Pembetonan Jalan Mangkang Semarang Bikin Macet

Yudi Wicaksono selalu geram saat berangkat kerja di pagi hari. Sebab, rute ke kantornya selalu macet akibat tengah ada pengecoran jalan.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG/IWAN ARIFIANTO
Kondisi arus lalu lintas di proyek pengecoran jalan Mangkang saat sore hari, di Kota Semarang, Jumat (19/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Yudi Wicaksono selalu geram saat berangkat kerja di pagi hari.

Sebab, rute ke kantornya selalu macet akibat tengah ada pengecoran jalan.

Sebagai warga, ia mahfum bahwa pengecoran jalan adalah proyek pemerintah. 

Akan tetapi ia heran proyek tak kunjung rampung sehingga sudah  terhitung mengganggu aktivitas pengguna jalan.

"Kurang lebih sudah tiga bulan berjalan proyek tak kunjung jadi.

Ya kami minta segera diselesaikan biar kalau berangkat kerja ga badmood terus," terang warga Mangkang ini kepada Tribunjateng.com, Jumat (19/11/2021).

Ia berharap proyek segera selesai lantaran kondisi saat ini juga sudah memasuki musim hujan.

Kabarnya musim  hujan kali ini termasuk cuaca ekstrim sehingga ketika proyek molor ditakutkan semakin membahayakan dan mengganggu pengguna jalan. 

"Ya intinya kami harap ada percepatan," katanya.

Percepatan proyek jalan perlu dilakukan lantaran ada tiga hal yang menurutnya sangat menggangu.

Pertama, tentu imbas kemacetan yang harus dirasakan pengguna jalan setiap harinya.

Setidaknya setiap jam sibuk pagi dan sore, kemacetan sepanjang 3 kilometer terjadi  terutama arah dalam kota Semarang atau arah barat ke timur.

Hal itu dipicu ada beberapa simpul jalan yang pengerjaannya tak kunjung dirampungkan.

"Apalagi di sepanjang jalur Mangkang-Tambakaji terdapat kawasan industri sehingga banyak karyawan saat berangkat dan pulang. 

Kemudian lalu lalang truk untuk membawa muatan pabrik," ucapnya. 

Ia menyebut, seperti di pintu masuk KIW dan depan Pasar Mangkang.

"Di pintu utama Kawasan Industri Wijaya Kusuma (KIW) ada U-turn yang dibuka tutup sehingga macet kian parah," ungkapnya.

Kedua, proyek pengecoran jalan tersebut selama ini juga minim penerangan dan rambu-rambu.

Maka tak heran, ada beberapa kejadian kecelakaan selama proyek tersebut berjalan.

"Kalau ga salah sudah ada dua orang meninggal dunia. Belum lagi kecelakaan karambol sudah dua kali terjadi akibat pengemudi kaget ada pengecoran jalan," tuturnya.

Hal ketiga, lanjut dia, imbas dari proyek itu juga dirasakan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di  sepanjang proyek pengecoran jalan.

"Ada tiga tetangga saya ga jualan selama tiga bulan ini karena mau jualan ya sepi jalan macet dan berdebu," bebernya.

Sementara itu warga lain, Purwoko mengatakan, kondisi macet parah terjadi akibat satu petak jalan belum dicor yang berada di gerbang utama KIW.

Sepengetahuannya, petak jalan itu belum dicor selama dua minggu terakhir.

"Kondisi itu yang jelas itu menghambat lalu lintas jalur pantura kedua arah. Macet parah pokoknya, kami harap segera diperbaiki agar tak mengganggu aktivitas pengguna jalan," katanya.

Hingga berita ini diturunkan,Tribunjateng.com masih berusaha mengkonfirmasi ke Satker dan PPK Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jateng. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved