Breaking News:

Berita Pekalongan

Pekalongan Rawan Bencana, 2.500 Personel Gabungan Disiagakan

2.500 personil gabungan terdiri dari TNI, Polri, BPBD, PMI, unsur pemerintah, dan ormas disiagakan di sejumlah rawan bencana

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Indra Dwi Purnomo
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid bersama Forkompinda mengecek peralatan dapur umum milik Kodim 0710 Pekalongan 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - 2.500 personil gabungan terdiri dari TNI, Polri, BPBD, PMI, unsur pemerintah, dan ormas disiagakan di sejumlah rawan bencana yang ada di Kota dan Kabupaten Pekalongan.

Hal tersebut diungkapkan Komandan Kodim 0710 Pekalongan Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan usai memimpin apel kesiapsiagaan satuan dalam rangka penanggulangan bencana alam tahun 2021di Lapangan Mataram Kota Pekalongan, Jumat (19/11/2021).

"Ribuan personel disiapkan semua untuk antisipasi kesiapsiagaan bencana. Kami juga tak lupa mengajak semua pihak terkait untuk turut serta mengupayakan semaksimal mungkin dalam penanggulangan bencana alam dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar."

"Kita juga harapkan tahun ini tidak ada daerah rawan bencana, dengan adanya peningkatan program pembangunan dalam mengantisipasi banjir, diharapkan tahun ini tidak separah tahun kemarin," ungkap Dandim 0710 Pekalongan Letkol Czi Hamonangan Lumban kepada Tribunjateng.com.

Kemudian, apel kesiapsiagaan bencana ini dilakukan sebagai bentuk respon pemerintah Kota maupun Kabupaten Pekalongan guna mengantisipasi kejadian bencana yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi.

"Apel ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, kekompakan, dan kesiapan dalam menghadapi bencana yang akan terjadi. Sehingga dengan adanya apel ini, diharapkan kesalahan dan kekurangan yang terdapat pada pelaksanaan antisipasi penanggulangan bencana tahun lalu bisa diperbaiki dan disempurnakan," imbuhnya.

Dandim Hamonangan menambahkan, agar pelaksanaan koordinasi dan kekompakan ini dapat berjalan lancar dan maksimal, upaya penanggulangan bencana harus disiapkan sejak dini baik dari segi kesiapsiagaan, persiapan sarpras, maupun SDM.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, di wilayah Kota Pekalongan saat ini memang sudah ada yang terdampak bencana banjir rob yakni di wilayah Clumprit, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara.

"Di wilayah tersebut, memang sudah ada pengungsi yang rumahnya terendam banjir rob. Karena di Clumprit struktur tanah cekung, walaupun di wilayah lainnya sudah surut tetapi di wilayah Clumprit belum dan cukup lama surutnya sehingga harus disedot," katanya.

Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BBWS Pamali Juwana untuk meminimalisir genangan air dengan pompa mobile.

"Harapan kita curah hujan tidak seperti tahun lalu yang sangat ekstrim, sehingga dampak akan banjir maupun bencana lainnya bisa dikurangi," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved