Breaking News:

Guru Berkarya

Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Belajar Pengaruh Interaksi Sosial

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang kompleks.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Dian Setiyanigsih SPd, Guru SMPN 10 Surakarta 

Oleh: Dian Setiyanigsih SPd, Guru SMPN 10 Surakarta

ILMU Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang kompleks. Kompleksitas mata pelajaran IPS menjadikan materi di dalamnya menjadi beragam.

Beragamnya materi yang ada dalam mata pelajaran IPS membuat siswa menjadi kesulitan untuk memahami materi tersebut. Anggapan siswa tentang mata pelajaran IPS adalah mata pelajaran yang harus menghafal.

Apalagi dilihat kondisi pandemi sekarang ini, bahwa sebagian siswa harus belajar daring dan sebagian lagi secara tatap muka terbatas. Pembelajaran dengan pola daring atau tatap muka terbatas  memiliki banyak kendala, salah satunya adalah masalah keaktifan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.

Hal ini merupakan suatu tantangan bagi guru mata pelajaran IPS. Mengingat antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran IPS sangat rendah, itu disebabkan kemajemukan materi untuk dipelajari siswa.

Hal tersebut terbukti pada siswa-siswi SMP Negeri 10 Surakarta. Nilai Penilaian Harian siswa kelas 8 untuk mata pelajaran IPS KD 3.2 dengan materi Pengaruh interaksi sosial (mobilitas sosial) terhadap kehidupan sosial budaya masih di bawah KKM.

Capaian rata rata ketuntasan PH masih di bawah 70% dari jumlah siswa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kendala dalam mempelajari materi IPS. Hal tersebut karena rendahnya berfikir kritis dan kreatifitas siswa. Cara yang dilakukan untuk mengatasi masalah di atas adalah pembelajaran harus diubah lebih menarik sehingga siswa tidak cepat bosan.

Salah satu cara untuk membuat nilai IPS mengalami kenaikan dan menumbuhkan daya tarik siswa, yaitu dengan pendekatan pembelajaran yang tepat sasaran menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan pendekatan saintifik.

Pendekatan saintifik adalah pendekatan ilmiah yang cocok digunakan dalam pembelajaran sebagai upaya untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik karena pendekatan saintifik ini menuntut keterlibatan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran. Pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami, berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah dan informasi yang berasal dari mana saja, kapan saja tidak tergantung informasi dari guru (Umar Hamalik, 2012 ;108).

Tahap-tahap atau sintak pembelajaran saintifik menurut Daryanto (2014) meliputi tahap mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Dalam penerapan saintifik pada pembelajaran IPS khususnya kelas VIII  pada KD 3.2 dengan materi Pengaruh interaksi sosial (mobilitas sosial) terhadap kehidupan sosial budaya adalah sebagai berikut: Mengamati, tahap ini kegiatan pembelajaran diawali guru memberikan gambar dan video yang harus diamati oleh peserta didik yang berkaitan dengan mobilitas sosial.

Menanya, pada tahap ini peserta didik dengan dipandu guru untuk mengumpulkan pertanyaan –pertanyaan tentang materi. Mengumpulkan informasi, pada tahap ini peserta didik dimotivasi untuk mengumpulkan informasi baik melalui Buku Paket IPS, Internet, maupun sumber lain untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang mobilitas sosial.

Mengasosiasi yaitu tahap dimana peserta didik dimotivasi untuk memproses informasi yang sudah diperolehnya tentang materi yang sedang dibahas. Mengomunikasikan yaitu peserta didik dipandu untuk menyampaikan atau mengkomunikasikan hasil atau informasi yang telah diperolehnya bisa melalui laporan.

Penerapan pendekatan saintifik pada pembelajaran IPS di SMP Negeri 10 Surakarta menunjukkan hasil yang baik. Di mana rata-rata nilai PH mengalami peningkatan. Selain itu siswa lebih antusias dalam mengikuti tahapan pembelajaran. Sehingga pendekatan ini sangat disarankan untuk diterapkan dalam pembelajaran agar aktifitasbelajar siswa lebih hidup dan bersemangat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved