Breaking News:

Berita Kebumen

Sektor Usaha Terpuruk karena Pandemi, Buruh di Kebumen Tuntut Kenaikan Upah 3,6 Persen

Di tengah situasi Pandemi Covid 19 yang melumpuhkan banyak sektor usaha, para buruh tetap menuntut kenaikan upah. 

ist/humas Setda)
Audensi dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan perwakilan mahasiswa dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di ruang transit pendopo, Jumat (19/11/2021) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN -- Di tengah situasi Pandemi Covid 19 yang melumpuhkan banyak sektor usaha, para buruh tetap menuntut kenaikan upah. 

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto bersama Wakil Bupati Ristawati Purwaningsi menerima audensi dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan perwakilan mahasiswa dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Pertemuan tersebut secara khusus membahas persoalan penyetaraan Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan penangguhan kenaikan cukai. KSPSI menghendaki adanya penyetaraan UMK di Kebumen dengan menaikkan upah buruh sebesar 3,6 persen seperti tahun sebelumnya.

"Sudah lama sebenarnya kita menghendaki adanya kenaikan UMK di Kebumen sebesar 3,6 persen, "ujar Ketua KSPSI Cabang Kebumen Akif Fatwal Amin di Ruang Transit Pendopo Bupati, Jumat (19/11/2021).

Akif menilai audensi seperti ini merupakan jalan terbaik untuk membangun komunikasi dengan pemerintah daripada harus turun ke jalan. Dengan cara itu, aspirasi para buruh bisa lebih diterima. Ia melihat Bupati juga responsif memperjuangkan hajat kaum buruh di Kebumen.

"Kita juga sudah membangun komunikasi dengan para pengusaha serta kepala daerah. Saya melihat pemerintah daerah sudah sangat responsif, meski memang hasilnya belum sesuai dengan harapan kami terkait UMK di 2022," jelasnya.

Akif menyadari, di masa pandemi, untuk menaikan upah buruh memang masih terasa berat, khususnya bagi para pengusaha karena semua sektor bisnis terdampak. Tetapi dia berharap tuntutan para buruh bisa diakomodir paling tidak pada tahun depan seiring membaiknya perekonomian.

Bupati Arif menyampaikan, pihaknya siap mendorong dan memperjuangkan agar UMK Kebumen bisa naik. Sebab, ia juga menghendaki kesejahteraan masyarakat Kebumen bisa terus meningkat. 

Untuk menaikkan UMK perlu komunikasi semua pihak, termasuk dengan para pengusaha. Ia berharap ada titik temu dari semua pihak sehingga menghasilkan solusi untuk kebaikan dan kesejahteraan buruh. 

Pihaknya ingin para buruh mendapat kesejahteraan tambahan. Bukan  hanya gaji, tapi jaminan kesehatan dan hari tua mereka juga bisa terjamin. 

"Jadi hak-hak mereka juga harus bisa dipenuhi, ini yang perlu dikomunikasikan dengan para pelaku usaha, sehingga aturan yang kita buat tidak merugikan semua pihak," jelasnya.

Di sisi lain, Bupati  memutuskan untuk menunda kenaikan cukai pada 2022 ini karena masih dalam masa pandemi. Bupati berharap di tengah pandemi ini para pekerja tembakau di Kebumen masih bisa bertahan, tidak ada satupun yang terkena PHK. (*)

Baca juga: 2 Bocah yang Jadi Korban Nafsu Bejat Kakek, 2 Kakak, Paman dan Tetangga Kondisinya Memilukan

Baca juga: Dosen USM Semarang Bina Kelompok Tani Bina Lestari Agar Ciptakan Produk Berkualitas

Baca juga: Media Pembelajaran Kliping Dapat Meningkatkan Semangat Belajar PAI

Baca juga: Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Belajar Pengaruh Interaksi Sosial

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved