Breaking News:

Berita Semarang

Seru, Penyandang Tuna Netra Gembira Bisa Bermain Bola di Halaman Balai Kota Semarang

Bermain bola tak hanya bisa dilakukan oleh orang yang berpenglihatan normal. Para penyandang disabilitas tuna netra juga bisa ikut bermain.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar

Senada Ketua Komnas HAM RI, Ahmad Taufan Damanik mengatakan, Festival HAM merupakan sebuah kegembiraan.

Pertandingan ini juga sebagai wadah untuk belajar berempati dengan sahabat mata. 
"Saya kira penting dalam prinsip HAM. Prinsip kesetaraan, menghormati sesaama. Ini menariknya dibungkus dengan kegembiraan," ucapnya.

Direktur INFID, Sugeng Bahagijo menambahkan, para penyandang disabilitas bukan tidak memiliki kemampuan, namun memiliki kemampuan yang berbeda.

Mereka harus diberi kesempatan bahwa mereka bisa menyumbangkan waktu dan tenaga sebagai aset masyarakat. Sehingga, mereka bisa berkarya.

"Acara goal ball ini penting bahwa kita harus mendukung dan melindungi semua kemampuan. Tidak ada yang normal dan tidak normal, yang ada adalah kemampuan yang berbeda," ujarnya.

Dia berterima kasih kepada Wali Kota Semarang yang terus memelihara kesadaran dan dukungan agar semua warganya memiliki kesempatan yang setara.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sahabat Mata, Basuki mengaku bahagia bisa membuktikan HAM dalam aplikasi sehari-hari.

Ternyata, goal ball tidak hanya dapat diikuti oleh tuna netra, namun pihak lainnya. Goal ball bisa untuk terapi pendengaran dan orientasi verbal.

"Ini bukti bahwa HAM betul-betul bisa kami aplikasikan," ucapnya.

Baca juga: Dani Alves Rela Membangun Ulang Kejayaan Barcelona Meski Hanya Digaji Rp 16 Ribu per Pekan

Baca juga: Mata Panda Tidak Imut pada Anda, Juga Kelopak Mata Kendur, Solusinya di Premiera Skincare!

Menurutnya, ini merupakan tahun ketujuh penyelenggaraan turnamen se-Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved