Breaking News:

Berita Blora

Buruh Keberatan UMK Blora Cuma Naik Rp 11 Ribu: 2022 Kenaikannya Paling kecil

Upah minimum kabupaten (UMK) Blora tahun depan hanya mengalami kenaikan sebesar Rp 11.000 rupiah

Penulis: ahmad mustakim | Editor: muslimah
Kompas.com
Ilustrasi uang. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Upah minimum kabupaten (UMK) Blora tahun depan hanya mengalami kenaikan sebesar Rp 11.000 rupiah.

Serikat buruh merasa keberatan, mereka mendorong dinas perindustrian dan tenaga kerja (dinprinaker) agar tetap mengacu pada perhitungan Peraturan Pemerintah (PP) lama. 

Jangan mengikuti perhitungan yang baru dulu. Karena bagi serikat buruh dengan kenaikan 0,54 persen atau Rp 11 ribu itu sama hal UMK tidak naik.

Ketua Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman (RTMM) Blora, Siti Mahmudah mengatakan, kenaikan Rp 11 ribu sangat minim sekali. 

Apalagi banyak buruh wanita saat ini yang menjadi tulang punggung keluarga, gara-gara suaminya di PHK selama pandemi ini. Belum lagi anak sekolah yang banyak pengeluaran seperti untuk beli kuota dan lain sebagainya. 

‘’Lalu apakah kenaikan Rp 11 ribu itu cukup untuk satu bulan?,’’ ucapnya, Sabtu (20/11/2021). 

Apalagi untuk PP 36 tahun 2021 ini baru saja diterapkan tahun ini. Itu pun tanpa diskusi dengan serikat pekerja, mereka langsung melaksanakan, tanpa sosialisasi dulu. 

‘’Itukan namanya undang-undang sepihak, ya tidak?,’’ tegasnya.

Yang dia sayangkan untuk kenaikan 0,54 atau Rp 11 ribu sudah ada. Padahal itu belum didiskusikan dengan serikat pekerja.

Mahmudah menduga dengan hitungan baru ini pemerintah memihak kepada pengusaha. Karena regulasi baru ini menguntungkan pengusaha bukan ke serikat buruh

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved