Breaking News:

Guru Berkarya

Mempermudah Menulis Teks Explanasi dengan Metode ACT

Pembelajaran Bahasa Indonesia (PBI), punya peran yang sangat penting baik dalam khasanah sastra maupun nonsastra Indonesia.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Dra Ida Ayu Katrunada, Guru SMKN 1 Pemalang 

Oleh: Dra Ida Ayu Katrunada, Guru SMKN 1 Pemalang

PEMBELAJARAN Bahasa Indonesia (PBI), punya peran yang sangat penting baik dalam khasanah sastra maupun nonsastra Indonesia. PBI memiliki tujuan meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan. PBI bertujuan menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. PBI merupakan salah satu pembelajaran yang wajib dilaksanakan pada pendidikan di Indonesia. PBI merupakan salah satu materi pelajaran yang sangat penting di sekolah. Tujuan PBI adalah agar siswa memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar serta dapat menghayati bahasa dan sastra Indonesia sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa serta tingkat pengalaman siswa sekolah dasar (Akhadiah dkk, 1991:1). PBI memiliki empat keterampilan berbahasa yang harus dimiliki siswa yaitu keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis (Dalman, 2012:3).

Salah satu materi PBI yang penulis ampu di kelas XI SMKN 1 Pemalang adalah  Mengidentifikasi informasi (pengetahuan dan urutan kejadian) dalam teks ekplanasi lisan dan tulis. Dari pengertian itu, ternyata banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi teks Eksplanasi baik secara lisan maupun secara tulis. . Salah satu kendalanya adalah beberapa siswa masih belum bia memahami apa itu teks explanasi sehingga mereka mengalami kesulitan ketika diminta mencari informasi terkait teks eksplanasi. Metode Amati, Catat dan Tuangkan (ACT) penulis terapkan. Dari metode ini, saya meminta siswa mengidentifikasi beberapa contoh bacaan terkait dengan teks explanasi untuk menemukan informasi didalamnya. Dari hasil pengamatan itu, penulis meminta siswa mencatat semua yang mereka baca dari berbagai jenis teks eksplanasi. Dari hasil pengamatan dan pencatatan itu, siswa dimunta merangkai secara urut apa yang mereka lihat dan catat. Ternyata, dengan menggabungkan hasil pengamatan, pencatatan, dan penuangan ide, kemudian dirangkai menjadi kalimat per kalimat, membuat anak didik lebih mudah menuangkan gagasannya menjadi tulisan teks eksplanasi yang baik. Jika ada yang mengalami kesulitan dalam menuangkan ke dalam tulisan, penulis meminta siswa bercerita secara lisan. Ini memudahkan siswa mengawali sebuah tulisan teks eksplanasi.

Dengan metode ACT, penulis ajak siswa turun langsung ke lapangan dari pada membaca atau membayangkan sebuah gagasan. Itu membuat mereka lebih mudah merangkai kata-kata menjadi sebuah teks eksplanasi yang baik. Nilai siswa dalam keterampilan menulis teks eksplanasi pada semester 1 rata-rata 79,80 naik menjadi 92,4. Dari kenyataan ini, penulis berkeyakinan ACT mampu merangsang siswa menggali ide dari hasil pengamatan langsung. Dengan begitu, mereka lebih mudah menuangkannya ke dalam tulisan teks explanasi yang mereka kembangkan.

Penerapan metode ACT dalam pembelajaran teks eksplanasi pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Pemalang berjalan dengan baik. Selain meningkatnya rata rata nilai ketrampilan, penggunaan metode ini juga bisa menjadikan siswa memperoleh informasi dari apa yang mereka diskusikan dengan teman teman lainnya. Hal ini menjadikan proses pembelajaran lebih hidup. Sehingga para siswa tidak lagi merasa bosan dalam mendengarkan penyampaian materi oleh guru. Siswa bisa mendapatkan pengetahuan terkait dengan materi teks explanasi dari berbagai sumber. Hal ini menjadikan pembelajaran yang berlangsung bmenjadi lebih bermakna. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved