Breaking News:

Berita Salatiga

Tuti Nusandari Roosdiono Berikan Sosialisasi Kesehatan ke Masyarakat Salatiga 

Pemerintah berencana menerapkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 untuk semua daerah di Indonesia pada akhir tahun ini

Penulis: hermawan Endra | Editor: rival al manaf
istimewa
Soialisasi adaptasi kebiasaan baru di fasilitas pelayanan kesehatan & vaksinasi masyarakat, di Pendopo Bung Karno, Kota Salatiga, Sabtu (20/11). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pemerintah berencana menerapkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 untuk semua daerah di Indonesia pada akhir tahun ini.

Upaya tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya gelombang Covid-19 saat momen libur Natal dan tahun baru (Nataru).

Menanggapi hal itu, anggota Komisi IX DPR RI, Tuti Nusandari Roosdiono mengatakan momentum yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti Nataru memang perlu diantisipasi.

Baca juga: Detik-detik Keajaiban Hadir, Tangan Bocah Korban Longsor di Banjarnegara Menyembul dari Reruntuhan

Baca juga: Meninggal 8 Kali Akibat Covid-19, Wanita Ini Menyesal Tak Mau Divaksin

Baca juga: Belum Genap 2 Bulan Menikah, Suami Siram Istri Air Keras karena Terbakar Cemburu

 Meskipun masyarakat sudah menerima vaksin namun harus tetap waspada menjaga serta menjalankan protokol kesehatan dimanapun berada. 

"Walaupun sudah divaksin bukan berarti kita kebal. Terutama di penghujung tahun ini kita harus ekstra hati-hati, pemerintah juga sudah mengumumkan akan menaikkan status PPKM ke level 3 untuk menghindari terjadinya gelombang covid ketiga," kata Tuti saat memberikan sosialisasi adaptasi kebiasaan baru di fasilitas pelayanan kesehatan & vaksinasi masyarakat, di Pendopo Bung Karno, Kota Salatiga, Sabtu (20/11). 

Kegiatan dilakukan oleh Komisi IX DPR RI itu bekerjasama dengan Kemenkes RI selaku mitra kerja.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Dr. Taufik dari Kemenkes RI, Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Siti Zuraidah dan Wakil Ketua DPC Kota Salatiga, Urip Yudono. 

Ratusan peserta sosialisasi terlihat antusias mengikuti acara tersebut, mereka merupakan masyarakat umum warga Kota Salatiga

"Sosialisasi ini bertujuan untuk mengingatkan warga agar berperilaku hidup sehat dan membudayakan kebiasaan menjaga Protokol kesehatan dengan penuh kedisiplinan demi kesehatan dan keselamatan diri dan orang tercinta," kata Tuti. 

Dalam sambutannya ia mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan.

Kebersihan sanitasi dan air bersih juga perlu diperhatikan sebab banyak penyakit-panyakit selain Covid-19 yang harus diwaspadai seperti Demam Berdarah, diare, kurang gizi (stunting) dan penyakit lainnya. 

"Sekarang prokes menjadi kewajiban, kemana-mana dan dimana-mana pasti membawa handsanitizer. Jika masyarakat sakit, harus konsultasi ke ahlinya yaitu dokter, termasuk sebelum vaksin covid 19, harus di cek dulu oleh dokter jika dokter mengizinkan maka lanjut vaksinasi covid," imbuhnya.

Baca juga: PSIS Semarang Pastikan Hanya Akan Datangkan Pemain Asing Baru di Putaran Kedua BRI Liga 1 2021/2022

Baca juga: Lalui 124 Km, Bikers Tour de Borobudur Eksplor Wisata Kelinci

Baca juga: Video PKL Mangkang Semarang Mengeluh Tiga Bulan Jualan Sepi Imbas Pembetonan Tak Kunjung Rampung

Ia juga menghimbau agar semua pihak menjaga kesehatan dan ketahanan tubuh dengan menjalankan pola hidup yang sehat dengan cara rajin berolahraga, makan-makanan yang bergizi dan selalu disiplin dalam menjalankan Prokes. 

Selain sosialisasi kesehatan, dalam acara tersebut juga dilakukan vaksinasi. Disediakan 1.000 dosis vaksin jenis sinovac.

"Vaksin yang kita berikan adalah vaksin sinovac sebanyak 1000 dosis, untuk penyuntikan vaksin kedua nanti akan dilaksanakan di tempat yang sama pada tanggal 18 Desember dengan jenis vaksin yang sama yaitu Sinovac," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved