Breaking News:

Berita Semarang

Anggota Persatuan Waria Kota Semarang Kini Bisa Cetak KTP Sesuai Ekspresi

Persatuan Waria Kota Semarang (Perwaris) Satu Hati kini bisa sedikit bernafas lebih lega.

Penulis: budi susanto | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Ketua Persatuan Waria Kota Semarang (Perwaris) Satu Hati, Silvy Mutiari, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Persatuan Waria Kota Semarang (Perwaris) Satu Hati kini bisa sedikit bernafas lebih lega.

Hal itu lantaran diterbitkannya Permendagri Nomor 96 Tahun 2019, mengenai administrasi kependudukan.

Dalam aturan tersebut tertuang negara berkewajiban memberikan identitas kepada seluruh penduduk di Indonesia baik WNI, ataupun WNA yang memiliki Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).

Hal itu membuat sejumlah anggota Perwaris bisa mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Pasalnya, sebelum diterbitkannya Permendagri tersebut, hanya separuh anggota Perwaris yang memiliki KTP.

“Kini 90 persen anggota Perwarisi sudah memiliki KTP, baik itu yang asli Semarang maupun dari luar Kota Semarang,” jelas Ketua Persatuan Waria Kota Semarang (Perwaris) Satu Hati, Silvy Mutiari, Sabtu (20/11/2021).

Dilanjutkannya, anggota Perwaris mencapai 95 orang, dan untuk anggota yang masuk 10 persen tengah mengurus KTP, dan diminta datang ke Dukcapil untuk proses pembuatannya.

“Sekarang layanan administrasi kependudukan bisa kami akses secara mudah, dan hak-hak yang sebelumnya belum bisa dapatkan kini mulai dipenuhi pemerintah,” jelasnya.

Ia mengaku, sebelum adanya Permendagri anggota Perwaris sulit mengakses layanan kependudukan terutama untuk memiliki KTP.

“Sekarang sudah bisa kami dapatkan, jadi kami bisa mengikuti vaksinasi juga, karena punya KTP," katanya.

Silvy juga terus mengajak anggotanya yang belum memiliki KTP untuk segera melakukan proses pembuatan KTP ke Kantor Dispendukcapil.

"Sampai sekarang teman-teman transpuan, temen-temen waria saya ajak untuk membuat KTP, karena kartu identitas tersebut menjadi dasar untuk mengakses hak-hak, yang semestinya bisa didapatkan dari pemerintah," imbuhnya.

Silvy juga menerangkan, perbedaan dari KTP yang dibuat anggotanya hanya pada foto, sementara untuk nama dan jenis kelamin masih sama.

"Pada dasarnya KTP kami sama dengan KTP warga pada umumnya, perbedaannya hanya pada foto sesuai dengan ekspresi yang ada seperti sekarang ini, jadi boleh dandan. Untuk kolom jenis kelaminnya memang sesuai dengan jenis kelamin masing-masing," tambahnya.(*

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved