Breaking News:

Berita Blora

Hadiri Pelantikan PPDI Blora, Bupati Berpesan Perangkat Desa di Blora Ikut Bermedsos

Menghadiri pelantikan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Blora masa bhakti tahun 2021-2026, Bupati Blora, Arief Rohman mengajak selur

Penulis: ahmad mustakim | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG/AHMAD MUSTAKIM
Bupati Blora, Arief Rohman saat sambutan dalam acara pelantikan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Blora masa bhakti tahun 2021-2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Sabtu (20/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Menghadiri pelantikan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Blora masa bhakti tahun 2021-2026, Bupati Blora, Arief Rohman mengajak seluruh perangkat desa di Blora untuk bermedsos (media sosial). 

"Saya ajak semua perangkat desa untuk bermedsos. Medsos saya 24 jam aktif untuk menjawab aduan masyarakat," ucap Bupati dalam sambutannya di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Sabtu (20/11/2021). 

Bupati mengungkapkan sosmednya hampir setiap hari ada yang mengetag atau ditandai akunnya oleh netizen. 

"Medsos saya itu dari mulai lahiran sampai orang meninggal itu masuk semua, kalau pakai sosmed semua bisa membantu saya dalam menjawab di medsos, jadi tidak Bupati terus yang njawab," ungkapnya

Bupati berpesan dengan akan berlangsungnya perekrutan perangkat desa di Blora, PPDI ikut andil mengawasi dalam pelaksanaanya. 

"Ini kan masih berproses. akan terus awasi kita pantau. Kita berharap nantinya akan melahirkan perangkat-perangkat yang berkualitas," terangnya. 

"Prosesnya kita awasi agar berlangsung secara transparan. Kita akan terus berkoordinasi dengan rekrutmen perades ini," sambungnya. 

Sementara itu, Ketua PPDI Kabupaten Blora, Cuk Suwartono, mengatakan menargetkan program kerja setelah pelantikan ini. 

"Saya punya target, kami akan segera melaksanakan musyawarah kerja, kemudian konsolidasi organisasi," ucapnya. 

Suwartono mengungkapkan, sementara ini, PPDI  masing - masing kecamatan masih vakum. Pihaknya segera akan reorganisaai di kecamatan yang vakum. 
Karena masa baktinya juga sudah habis. 

"Di beberapa kecamatan ada yang vakum. Yang aktif ada 50% dari 16 kecamatan. Ada 8 kecamatan," ujarnya. 

"Peningkatan kapasitas kawan-kawan, sinergitas dengan pemerintah desa, Kades, tentunya semangat kawan mengabdi ke desa ini perlu dikukuhkan kembali guna bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat desa," imbuhnya. (kim)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved