Breaking News:

Berita Semarang

Hendi Sebut Kebijakan Ganjil Genap Kendaraan Belum Perlu Diterapkan di Kota Semarang

Masyarkat Kota Semarang mempertanyakan, akankah Pemkot Semarang menerapkan kebijakan ganjil genap kendaraan saat Natal dan tahun baru.

Penulis: budi susanto | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Sejumlah kendaraan melintas di di Jalan Dr Wahidin Kota Semarang, Sabtu (20/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masyarkat Kota Semarang mempertanyakan, akankah Pemkot Semarang menerapkan kebijakan ganjil genap kendaraan saat Natal dan tahun baru.

Hal itu lantaran, beberapa wilayah seperti Jakarta akan memberlakukan kebijakan tersebut di tengah penerapan PPKM level 3 yang akan dilaksanakan serentak saat Natal dan tahun baru mendatang.

Walaupun tujuannya untuk antisipasi terjadinya lonjakan angka Covid-19, tapi beberapa masyarakat mengaku tidak setuju.

“Kalaupun diterapkan kembali PPKM level 3 di Kota Semarang, berarti akan ada pembatasan besar-besaran. Saya pribadi tidak setuju, karena angka Covid-19 sudah turun bahkan hampir tidak ada,” jelas Ahmad Yani seorang pengendara yang ditemui Tribunjateng.com di Jalan Dr Wahidin Kota Semarang, Sabtu (20/11/2021) sore.

Dilanjutkannya, masyarakat juga mendengar akan diterapkan kebijakan ganjil genap kendaraan yang hendak menuju obyek wisata di Kota Semarang.

“Akan menambah kesemrawutan di Kota Semarang, kalau yang punya mobil banyak enak, bisa ganti-ganti. Kalau yang hanya punya satu lantas bagaimana,” katanya.

Menurutnya, Kota Semarang tak perlu mengadopsi kebijakan ganjil genap maupun penerapan PPKM level 3.

“Tinggal sediakan petugas untuk mengawasi peotokol kesehatan secara ketat, jangan kembali diterapkan PPKM level 3. Kasihan para pedagang ataupun pengelola obyek wisata, ini Semarang bukan Jakarta,” tuturnya.

Terpisah Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, beberapa waktu lalu menuturkan, keputusan penerapan PPKM level 3 saat Natal dan tahun baru di Kota Semarang belum secara resmi dikeluarkan.

“Namun Pemkot tetap bersiap, jika penerapan PPKM level 3 memang harus dilakukan dan menjadi keputusan bersama, maka Pemkot juga akan mengikuti,” katanya.

Menyoal kebijakan ganjil genap kendaraan, Hendrar menuturkan, langkah tersebut belum perlu diterapkan di Kota Semarang.

“Ganjil genap kendaraan belum perlu diterapkan di Kota Semarang,” ujarnya.

Adapun data dari BPS, jumlah mobil di Kota Semarang dengan nomor ganjil dan genap mencapai 246 ribu unit, total tersebut belum ada seperempatnya dibandingkan dengan Jakarta yang mencapai 2,8 juta unit.

Jika kebijakan ganjil genap kendaraan diterapkan, berarti sekitar 120 ribu unit dengan nomor ganjil atau genap secara bergantian yang diperbolehkan bersliweran saat Natal dan tahun baru.(*

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved