Breaking News:

Berita Semarang

Minimnya Peminat Asuransi Tani di Kota Semarang Diakui Sejumlah Petani, Ini Alasannya

Sejumlah petani di Kota Semarang akui tak berminat mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Penulis: budi susanto | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Areal persawahan yang ada di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Sabtu (20/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah petani di Kota Semarang akui tak berminat mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Hal itu lantaran luasan sawah yang digarap rata-rata kurang dari 0,5 hektar dan tidak masuk dalam ketentuan AUTP dengan minimal 1 hektar.

Seperti halnya lahan sawah yang digarap anggota gabungan petani di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.

Menurut Son Haji, Ketua Gabungan Petani Ngaliyan, total lahan sawah yang dimiliki anggotanya hanya 13 hektar.

“Kalau ditotal sampai 13 hektar, namun jika dihitung kepemilikan tidak ada yang 1 hektar rata-rata kurang dari 0,5 hektar,” jelasnya kepada Tribunjateng.com melalui sambungan telpon, Sabtu (20/11/2021).

Dilanjutkannya, jika luasan sawah yang milik anggota gabungan petani Ngaliyan rata-rata 1 hektar, pastinya akan mengikuti AUTP.

“Sayangnya kurang dari ketentuan luasan AUTP, padahal menurut kami dengan biaya Rp 36 ribu per hektar sangat bermanfaat untuk petani,” ucapnya.

Son mengungkapkan, selain kurang dari ketentuan, minimnya minat mengikuti AUTP karena gagal panen jarang dialami.

“Soal gagal panen, kami jarang mengalami meski cuaca tak tentu. Meskipun produksi menurun itu hal biasa,” jelasnya.

Dikatakannya, yang jadi masalah, menyusutnya luasan lahan sawah yang digarap oleh petani di Kota Semarang.

“Hampir 10 tahun terakhir luasan sawah menyusut dan diganti untuk perumahan. Tak terkecuali di tempat kami. Padahal produksi padi di areal persawahan di Ngaliyan bisa mencapai 6 ton per hektar,” tuturnya.

Adapun data dari BPS produksi padi di Kota Semarang menurun dua tahun terakhir, dari 27 ribu ton pada 2018 menjadi 23 ribu ton pada 2020.

Tak hanya itu, Dinas Pertanian Kota Semarang juga mencatat, penggunaan lahan sawah juga terus merosot dari 2016 sampai 2019.

Di mana pada 2016 penggunaan lahan sawah di Kota Semarang tercatat di angka 3,7 ribu hektar lebih, dan pada 2019 manjadi 2,3 ribu hektar.

Dari catatan tersebut, terjadi penyusutan penggunaan lahan sawah di Kota Semarang yang hampir mencapai 30 persen dalam empat tahun terakhir.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved