Breaking News:

Berita Jateng

Pegadaian Kanwil Semarang Salurkan Bantuan Bank Sampah Senilai Rp 150 Juta

PT Pegadaian Kanwil XI Semarang meresmikan operasional bank sampah the Gade Clean & Gold "Bumi Hijau" di Desa Bumiharjo, Borobudur, Kabupaten Magelang

Penulis: m zaenal arifin | Editor: m nur huda
Istimewa
EVP PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Edi Sarwono, menyerahkan secara simbolis CSR untuk bank sampah the Gade Clean & Gold "Bumi Hijau" di Desa Bumiharjo, Borobudur, Kabupaten Magelang, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - PT Pegadaian Kanwil XI Semarang meresmikan operasional bank sampah the Gade Clean & Gold "Bumi Hijau" di Desa Bumiharjo, Borobudur, Kabupaten Magelang, kemarin.

Bank sampah tersebut dibangun menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) senilai Rp 150 juta yang diwujudkan dalam bentuk bangunan dan peralatan lainnya.

Executive Vice President (EVP) PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Edi Sarwono mengatakan, persoalan sampah menjadi momok sampai sekarang dan belum bisa terselesaikan. Diperlukan penanganan khusus agar sampah tidak merusak lingkungan.

"Sampah ini menjadi problem nasional, maka harus dimulai dari diri kita sendiri untuk peduli penanganan sampah. Kita sebagai BUMN ikut berpartisipasi mengamankan bumi ini terdampak dari sampah yang ujungnya adalah banjir di mana-mana," kata Edi Sarwono, dalam keterangannya, Sabtu (20/11/2021).

Kepedulian tersebut diwujudkan dalam bentuk penyaluran bank sampah yang merupakan program lanjutan dari CSR Pegadaian Kanwil XI Semarang. Bantuan di Kabupaten Magelang ini merupakan bantuan ke-8 yang disalurkan Kanwil XI Semarang.

Edi Sarwono menambahkan, program bank sampah emas merupakan bentuk kepedulian Pegadaian melalui program bersih lingkungan. Melalui bank sampah itu, nantinya sampah rumah tangga yang terkumpul kemudian dipilah dan diubah menjadi barang bernilai ekonomis.

"Kami juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah yang kemudian dibangun agar bernilai ekonomis. Karena sampah jika tidak dikelola dengan baik menjadi problem di mana-mana," ujarnya.

Selain itu, dengan pengelolaan yang baik maka dapat meminimalisir dampak dari sampah. Sebagaimana diketahui, saat ini memasuki musim penghujan. Sehingga jika sampah tidak dikendalikan maka akan mendatangkan bencana.

"Dengan memilah sampah menabung emas, juga memfasilitasi ibu-ibu pegiat bank sampah secara produktif melakukan arisan yaitu arisan emas melalui tabungan emas," tambahnya.

Ketua Bank Sampah Emas Bumi Hijau, Hidayatul Rahmawati mengungkapkan, pengelolaan sampah di Desa Bumiharjo dimulai dari 2018 lalu. Melihat kiprah bank sampah yang saat itu, kepala desa kemudian berinisiatif membentuk bank sampah di seluruh dusun di Bumiharjo.

"Awalnya dulu pengambilan sampah dari dalam rumah. Kemudian dipilah sendiri. Sampah yang sudah dipilah, diambil pengurus dan ditimbang. Jadi awalnya hanya mengangkut, memilah dan menjual," katanya.

Dengan adanya bantuan dari Pegadaian, lanjutnya, sekarang bank sampah yang dikelola sudah bisa mengolah sendiri beberapa jenis sampah. Sampah organik diolah menjadi pupuk dan pakan ternak. Sedangkan yang anorganik menjadi kerajinan.

"Ke depan diharapkan setiap dusun terbentuk bank sampah sehingga kita di tingkat desa tidak lagi harus ke dusun-dusun. Cukup mengkoordinir saja," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved