Breaking News:

PPKM Level 3 di Musim Libur Nataru bakal Hambat Bisnis Hotel

PPKM Level 3 di momen libur Nataru bakal menghambat angka pertumbuhan okupansi hotel, karena terjadi pembatasan pergerakan atau mobilitas masyarakat.

Editor: Vito
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
ilustrasi ppkm - penyekatan jalan di Kebumen 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Rencana pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 secara nasional di masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) memantik perhatian para pelaku usaha di sektor akomodasi dan pariwisata.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meyakini penerapan PPKM Level 3 di momen libur Nataru bakal menghambat angka pertumbuhan okupansi hotel, karena terjadi pembatasan pergerakan atau mobilitas masyarakat.

"Status PPKM Level 3 akan menghambat pergerakan, sehingga akan menghambat terjadinya pertumbuhan angka okupansi," ujar Sekjen PHRI, Maulana Yusran, kepada Tribunnews, Minggu (21/11).

Menurut dia, sebenarnya kebijakan pemerintah meniadakan cuti bersama di akhir tahun sudah merenggut potensi bagi para pelaku usaha di sektor akomodasi untuk bisa meningkatkan pendapatan.

"Menghapus cuti bersama pun potensi untuk terjadi pertumbuhan okupansi hotel itu sudah berkurang. Ditambah lagi sekarang dengan adanya wacana menerapkan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia selama libur akhir tahun," paparnya.

Maulana menuturkan, keberlangsungan usaha di sektor akomodasi, hospitality, dan pariwisata sangat bergantung pada tingkat mobilitas masyarakat. Pelonggaran PPKM yang dimulai September lalu, saat kasus covid-19 melandai, sempat membuat angka okupansi hotel mengalami peningkatan.

"Peningkatan itu juga diimbangi dengan saat ini status Indonesia di kuartal IV. Karena kuartal ini secara year on year (YoY) itu adalah pertumbuhan ekonomi tertinggi untuk sektor akomodasi," ucapnya.

Umumnya, dia menambahkan, kegiatan-kegiatan yang dilakukan masyarakat di hotel adalah meeting, incentive, conference, dan exhibition (MICE). Selain itu, momen libur Nataru harusnya juga menjadi saat di mana sektor akomodasi bisa memperoleh kesempatan untuk bisa kembali menyetabilkan kondisi bisnis.

"Penghujung tahun atau di libur Natal dan tahun baru itu adalah liburan, yang seharusnya juga menjadi momentum untuk membangkitkan sektor akomodasi dan pariwisata," tukasnya.

Adapun, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menyatakan, rencana pemerintah menerapkan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia pada masa Nataru berpotensi menyebabkan perekonomian Indonesia kembali tertekan, khususnya pada sektor ritel dan pariwisata.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved