Breaking News:

Berita Semarang

Saka POM Kota Semarang Raih Juara II Semarang Heritage Camp

Saka POM Semarang partisipasi dalam Semarang Heritage Camp di Bumi Perkemahan Harda Walika.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Saka POM Kota Semarang menggelar stand pameran dalam Semarang Heritage Camp di Bumi Perkemahan Harda Walika, Jatirejo, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (21/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Kota Semarang turut berpartisipasi dalam Semarang Heritage Camp di Bumi Perkemahan Harda Walika, Jatirejo, Gunungpati, Kota Semarang yang berlangsung 20-21 November 2021.

Pamong Putra Saka POM Kota Semarang, Agung Suprianto mengatakan, pihaknya berpartisipasi dalam Semarang Heritage Camp dengan menggelar stand pameran untuk memperkenalkan Saka POM.

Saka POM baru didirikan pada 2019 lalu. Karena ada pandemi Covid-19, kegiatan belum maksimal. Maka dari itu, pihaknya ingin memperkenalkan Saka POM sekaligus mencari anggota baru.

"Melalui acara ini harapannya Saka POM bisa dikenal dan mendapatkan anggota baru," ucapnya, Minggu (21/11/2021).

Pihaknya mempersilakan para anggota pramuka golongan penegak dan pandega yang ingin bergabung dengan Saka POM. Selama pandemi, kegiatan Saka POM lebih banyak melalui daring.

Pada awal 2022, pihaknya berencana untuk melalukan rekrutmen anggota Saka baru agar Saka POM bisa lebih berkembang.

Di dalam Saka POM, sebut dia, ada tiga krida yakni informasi, pengujian, dan pemantauan. Tiga krida tersebut mewakili tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Badan POM.

Para adik-adik Saka POM tentu diberi materi yang berkaitan dengan tiga krida itu dengan harapan bisa menyampaikan kepada masyarakat.

"Misalnya, penggunaan aplikasi cek BPOM, BPOM mobile untuk mengetahui produk terdaftar di BPOM. Mereka bisa menjelaskan kepada teman-temannya kalau mau beli produk aman harus ada izin edar, tidak melampaui tanggal kedaluarsa, dan sebagainya, termasuk kami ajari  penggunaan rapid test kit untuk menguji makanan yang mengandung perwarna. Kami libatkan dalam kegiatan," terang Agung.

Sementara itu, Saka POM mengedukasi terkait penggunaan obat dan makanan melalui kegiatan Semarang Heritage Camp.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved