Breaking News:

Berita Sragen

Ada 24 Desa Wisata di Sragen, Tujuh Desa Sudah Masuk SK Kabupaten

Kabupaten Sragen memiliki 24 desa wisata yang sedang didampingi Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) Sragen

TRIBUNJATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Sejumlah pengunjung ketika berfoto di plakat Pasar Bahulak, Plupuh Sragen  

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Kabupaten Sragen memiliki 24 desa wisata yang sedang didampingi Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) Sragen.

Dimana tujuh di antaranya sudah masuk SK Kabupaten.

Tujuh desa tersebut yakni Desa Jambean, Desa Jetis, Desa Sukorejo, Desa Krikilan, Desa Karungan, Desa Kliwonan, dan Desa Pilangsari.

Pendampingan ini berupa mengadakan pelatihan bagi desa-desa yang telah mengajukan diri sebagai desa wisata. 24 Desa Wisata ini tersebar di seluruh Kabupaten Sragen.

Kepala Dispora Sragen, Yusep Wahyudi mengaku seluruh desa wisatanya ini kebanyakan ialah pasar tradisional. Namun dengan mengunggulkan salah satu ciri khas sebagai pembeda.

"Setiap ada yang mau kita cek (desa wisata) kita selalu mendorong agar ada ciri khasnya atau keunikan sendiri-sendiri.

Kita juga melakukan pelatihan desa wisata sejak tahun lalu," kata Yusep ketika berbincang dengan Tribunjateng.com.

Bahkan pihaknya mendatangkan instruktur dari luar Kabupaten Sragen yang sudah berpengalaman di bidang desa wisata. Yusep mengaku saat ini hanya dengan cara itu pihaknya membantu.

Untuk membantu membangun desa, Yusep mengaku pihaknya tidak mempunyai dana khusus pembangunan. Dia mengaku setiap desa telah mempunyai dana desa untuk dikelola.

SK Desa Wisata Kabupaten

"Dana desa dirasa cukup untuk mendorong dan modal desa wisata. Kami hanya mengarahkan dan mendampingi agar desa wisata tersebut mempunyai SK Kabupaten," lanjut dia.

Yusep mengaku memang ada SK desa wisata dari kabupaten. Jika tidak ada SK Kabupaten, desa wisata akan mengarah bantuan ke pusat. 

SK ini akan muncul setelah dari Dispora melakukan pengecekan desa wisata, desa tersebut harus memenuhi beberapa item standar yang dimiliki Dispora. Barulah proposal tersebut diajukan ke Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati baru ke provinsi.

Yusep mengaku dari pihak Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah juga ada anggaran khusus bagi desa wisata, apabila ada pengajuan. Dana ini dikatakan Yusep bisa membantu desa wisata berkembang.

"Bagi kami desa wisata itu adalah salah satu upaya untuk meningkatkan ekonomi di lokal. Karena ada uang berputar disitu dari pengunjung yang datang," katanya. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved