Breaking News:

Berita Slawi

BBPOM Tandatangani MoU dengan Bupati Tegal, Fokus Pengawasan Obat dan Makanan

BBPOM di Semarang melakukan penandatanganan MoU dengan Bupati Tegal Umi Azizah.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
Kepala Balai Besar POM di Semarang Sandra Maria Philomena Linthin (kemeja putih), bersama Bupati Tegal Umi Azizah, saat menandatangani nota kesepahaman (MoU), di ruang rapat Bupati Tegal, Senin (22/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Balai Besar POM (BBPOM) di Semarang melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Bupati Tegal Umi Azizah, berlokasi di ruang rapat Bupati, Senin (22/11/2021).

Dengan adanya kerja sama ini, men

Kepala Balai Besar POM di Semarang Sandra Maria Philomena Linthin (kemeja putih), bersama Bupati Tegal Umi Azizah, saat menandatangani nota kesepahaman (MoU), di ruang rapat Bupati Tegal, Senin (22/11/2021).
Kepala Balai Besar POM di Semarang Sandra Maria Philomena Linthin (kemeja putih), bersama Bupati Tegal Umi Azizah, saat menandatangani nota kesepahaman (MoU), di ruang rapat Bupati Tegal, Senin (22/11/2021). (Tribun Jateng/Desta Leila Kartika)

urut Kepala Balai Besar POM di Semarang Sandra Maria Philomena Linthin, harapannya pengawasan obat dan makanan di wilayah Kabupaten Tegal berjalan semakin efektif dan efisien, khususnya di tengah pandemi Covid-19.

Mengingat selama pandemi, masyarakat memiliki pola baru yaitu lebih sering berbelanja atau membeli sesuatu secara online, sehingga perlu lebih waspada, dan menyosialisasikan supaya menjadi konsumen yang cerdas.

Sandra menyebut, Kabupaten Tegal memiliki potensi yang sangat besar khususnya dalam hal pengolahan ikan.

Sehingga melalui kerja sama ini nantinya UMKM-UMKM bisa diarahkan untuk bisa bersaing dengan kota lain, memiliki produk yang nilai jualnya lebih baik atau lebih tinggi, dan tentunya aman. 

"Beberapa waktu lalu, kami mendapat informasi dari BBPOM Palembang terkait adanya produksi ikan giling asal Tegal yang digrebek karena mengandung formalin. Kami langsung melakukan menelurusi dan ternyata tidak ditemukan sama sekali. Sehingga kemungkinan formalin tersebut ditambahkan ketika proses distribusi, jumlahnya sekitar 8 ton," ungkap Sandra, pada Tribunjateng.com, Senin (22/11/2021). 

Berkaca dari kasus tersebut, lanjutnya, kedepan koordinasi akan terus ditingkatkan termasuk pendampingan, khususnya dengan pelaku UMKM, tak terkecuali pemerintah Kabupaten Tegal. 

Selain ikan, kasus penemuan lain yang ditangani oleh BBPOM Semarang yaitu pengedaran jamu botol. Namun produksinya bukan di Kabupaten Tegal melainkan asal Banyuwangi.

Sedangkan dari sisi jajanan terutama di lingkungan sekolah, BBPOM Semarang memiliki program yaitu jajanan anak sekolah yang sudah dilakukan pengawasan di 50 sekolah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved