Breaking News:

Berita Semarang

Dinsos Kota Semarang Assessmen Kondisi Anak Akibat Pandemi Covid-19 melalui FGD

Dinsos Kota Semarang menggelar FGD mengenai Pemetaan Permasalah Piskososial Anak.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
Dok. Dinsos Kota Semarang
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang menggelar focus group disscussion (FGD) mengenai Pemetaan Permasalah Piskososial Anak Akibat Dampak Pandemi Covid-19, di Hotel Grasia, Senin (22/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang menggelar focus group disscussion (FGD) mengenai Pemetaan Permasalah Piskososial Anak Akibat Dampak Pandemi Covid-19, di Hotel Grasia, Senin (22/11/2021). FGD diadakan dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia yang jatuh setiap 20 November.

Kepala Dinsos Kota Semarang, Muth

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang menggelar focus group disscussion (FGD) mengenai Pemetaan Permasalah Piskososial Anak Akibat Dampak Pandemi Covid-19, di Hotel Grasia, Senin (22/11/2021).
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang menggelar focus group disscussion (FGD) mengenai Pemetaan Permasalah Piskososial Anak Akibat Dampak Pandemi Covid-19, di Hotel Grasia, Senin (22/11/2021). (Dok. Dinsos Kota Semarang)

ohar mengatakan, peringatan Hari Anak Sedunia tahun ini tidak berupa charity atau kampanye publik melainkan lebih ke arah assessmen anak atas keprihatinan situasi pandemi Covid-19.

FGD bertujuan untuk mengetahui permasalahan psikososial anak dan mengidentifikasi perubahan perilaku anak akibat pandemi Covid-19.

Nantinya, hasil FGD ini akan menjadi dasar perencanaan serta acuan intervensi yang bisa dilakukan oleh Dinas Sosial dalam rangka rehabilitasi.

Menurutnya, rehabilitasi anak-anak rentan akan menjadi fokus utama dalam program dan kegiatan pada 2022.

"Anak-anak cukup antusias mengikuti acara ini. Mereka mendapatkan ruang untuk menyampaikan segala keluh kesah yang mereka rasakan selama ini," ujarnya, dalam keterangan tertulis.

Lebih lanjut, berbagai upaya telah dilakukan dalam penanggulangan Covid-19 antara lain kampanye protokol kesehatan, pemberian vaksin, dan adaptasi kebiasaan baru.

Berbagai persoalan muncul akibat pandemi.  Gelombang kedua yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan ketakutan dan kecemasan. Ini pun turut dirasakan oleh anak-anak.

"Tentunya itu semua sangat berdampak pada anak-anak. Rasa bosan, kecemasan, terbatasnya ruang gerak menjadikan anak-anak mencari alternatif solusi untuk mengatasinya dan tidak jarang memunculkan perilaku negatif," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved