Breaking News:

Guru Berkarya

Memanfaatkan Barang Bekas untuk Pembelajaran Matematika

Matematika merupakan suatu ilmu yang mendasari perkembangan dan perubahan zaman.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Suharno SPdSD, Guru SDN 03 Kayupuring Kec Petungkriyono Kab Pekalongan 

Oleh: Suharno SPdSD, Guru SDN 03 Kayupuring Kec Petungkriyono Kab Pekalongan

MATEMATIKA merupakan suatu ilmu yang mendasari perkembangan dan perubahan zaman. Matematika memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan. Matematika juga selalu turut andil dan mewarnai semua aspek kehidupan terutama dalam bidang pendidikan.

Penguasaan matematika merupakan kemampuan yang sangat penting diberikan pada peserta didik pada saat disekolah. Hal ini yang akan menjadi bekal peserta didik untuk berpikir logis, analisis, sistematis, kritis, dan kreatif.

Matematika memang mata pelajaran yang tidak pernah lepas dengan angka, bilangan dan perhitungan. Kekhususan mata pelajaran matematika tersebut seringkali membuat peserta didik bosan dan kurang tertarik. Peserta didik bahkan beranggapan bahwa pembelajaran matematika merupakan sesuatu yang menakutkan. Sehingga minat dan motivasi peserta didik mengikuti proses pembelajaran menjadi rendah seperti yang dialami oleh peserta didik kelas enam SDN 03 Kayupuring Kec. Petungkriyono Kab. Pekalongan.

Guru memiliki tanggung jawab dalam menghilangkan anggapan miring tentang mata pembelajaran matematika. Guru perlu menawarkan dan menyajikan proses pembelajaran matematika yang menarik dan menyenangkan serta dapat meningkatkan minat dan motivasi peserta didik.

Salah satu cara yang dapat diberikan oleh guru adalah dengan memanfaatkan media pembelajaran. Media pembelajaran akan memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Media pembelajaran akan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Secara harfiah media diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Mulyani Sumantri (2004:176) menjelaskan bahwa media pembelajaran adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta perangsang peserta didik untuk belajar contoh: buku, film, kaset, film bingkai dan sebagainya.

Latuheru (2005:9) menyatakan media pembelajaran konkret berfungsi untuk menarik minat peserta didik terhadap materi pembelajaran yang disajikan. Penggunaan media konkret pada saat penyampaian materi pembelajaran matematika akan dapat memudahkan anak melakukan pengamatan dan praktek.

Salah satu materi pembelajaran matematika kelas enam adalah tentang menghitung luas bangun datar. Hal ini memberikan kesempatan guru untuk dapat berekspresi dan berinovasi terhadap media pembelajaran yang akan di manfaatkan.

Guru dapat memanfaatkan barang bekas yang berada di sekitar rumah peserta didik seperti kardus bekas. Guru dapat menginstruksi peserta didik untuk membuat bangun datar secara benar dan tepat dengan menggunakan kardus bekas, seperti kubus.

Pembuatan media ini bertujuan agar peserta didik paham dengan konsep sifat-sifat kubus. Adapun alat dan bahan dalam membuat media pembelajaran sebagai berikut. Bahan: kardus-kardus bekas, double tip, isolasi, dan lem. Alat-alat: gunting, pensil, spidol, cutter, dan penggaris.

Cara membuat media antara lain, guru menentukan terlebih dahulu bangun yang akan dibuat, misalkan kubus. Guru menentukan panjang rusuk kubus terlebih dahulu. Peserta didik membuat ukuran sesuai dengan panjang rusuk kubus di sini peserta didik mengenal rusuk dan panjang rusuk kubus dalam kubus pasti sama. Kemudian, peserta didik membuat persegi sebanyak enam persegi dengan ukuran tertentu.

Peserta didik mengenal bahwa kubus terdiri dari enam permukaan dimana permukaannya merupakan bangun datar persegi. Selain itu peserta didik juga dapat mengidentifikasi bahwa terdapat delapan titik sudut dalam kubus. Enam persegi yang dibuat oleh peserta didik disusun dengan menggunakan lem, dan jadilah kubus.

Dari pembuatan kubus tersebut, guru dapat membuat lembar kerja secara sederhana yang dapat diisi oleh peserta didik yang terdiri dari beberapa pertanyaan dasar tentang sifat-sifat kubus. Sifat-sifat kubus yang telah dipahami peserta didik ini ternyata dapat memberikan stimulan bagi peserta didik. Peserta didik sangat bersemangat mengikuti proses pembelajaran. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved