Breaking News:

Berita Semarang

Omzet Usaha Anggita Makin Meningkat Setelah Terapkan Manajemen Keuangan

Anggita Siti Wulandari (23) merupakan pemilik usaha makanan bernama Dapur Muthiara.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Anggita Siti Wulandari (23), warga Pongangan, Desa Samirono, Getasan, Kabupaten Semarang, merupakan pemilik usaha makanan bernama Dapur Muthiara. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Manajemen keuangan sangat diperlukan dalam usaha. Banyak pelaku usaha yang mempelajarinya agar bisa mendapatkan kepastian laporan keuangan yang sehat untuk usahanya.

Hal itu di antaranya dilakukan Anggita Siti Wulandari (23), warga Pongangan, Desa Samirono, Getasan, Kabupaten Semarang. Ia yang merupakan pemilik usaha makanan bernama "Dapur Muthiara" itu menyebutkan, usahanya semakin berkembang setelah mempelajari dan menerapkan manajemen keuangan.

Dikatakan, ilmu pengelolaan keuangan didapatkannya saat mengikuti pelatihan berjenjang yang diadakan Balatkop Provinsi Jawa Tengah dengan Dinas Koperasi UKM Provinsi Jateng.

Dalam pelatihan itu ia dimentori Bio Hadikesuma Management Training & Consulting (BHMTC).

Menurutnya, dengan mengikuti pelatihan ini memberikan banyak manfaat bagi usahanya.

"Dengan adanya pelatihan ini saya dapat menerapkan pembukuan pada usaha saya, dengan demikian sudah memulai memisahkan uang pribadi dengan uang usaha, serta dapat menentukan harga jual yang pantas untuk produk yang akan saya jual.

Dampak terasa setelah mengikuti pelatihan ini, omzet saya naik dan saya dapat memanajemen keuangan usaha saya," ungkapnya.

Terkait usahanya, Anggita memaparkan, berawal dari dirinya sering mengikuti berbagai acara kemudian mendapatkan snack dan nasi box.

Namun, dikatakan, terkadang hidangan yang didapat dirasa kurang menonjol di lidah. Akhirnya ia pun berinisiatif untuk membuat produk buatan sendiri.

Tak disangka, menurutnya, setelah banyak orang mencicipi, mereka kemudian memesan produk makanan tersebut.

"Dari mulut ke mulut banyak yang merekomendasikan untuk memesan produk kami, terkhusus yayasan, balai desa, puskesmas, mahasiswa, hajatan, dan masyarakat pada umumnya. Yang awalnya kami hanya menyediakan Snack saja akhirnya kami juga menerima pesanan nasi box, tumpeng, paket hantaran," jelasnya.

Dikatakan, usahanya tersebut kini ia jual baik secara daring maupun luring. Secara daring, ia menjual melalui media sosial Facebook dan Instagram. Ia juga mempromosikan melalui kontak whatsapp.

"Produk yang setiap hari diorder berbagai macam Snack bergantung permintaan. Alhamdulilah yang sudah mencicipi sering melakukan repead order dan merekomendasikan ke teman lainnya sehingga pasaran semakin luas," katanya.  (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved