Breaking News:

Berita Pati

SMAN 1 Jakenan Pati Pasarkan Pupuk Kompos Produksi Sendiri, Manfaatkan Limbah Tebu

Bertepatan peringatan HUT ke-36, SMAN 1 Jakenan luncurkan pemasaran produk pupuk kompos.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bertepatan dengan peringatan hari ulang tahunnya yang ke-36, Senin (22/11/2021), SMAN 1 Jakenan meluncurkan pemasaran produk pupuk kompos "Subur 35".

Pupuk kompos ini diproduksi di Rumah Kompos yang telah diresmikan satu tahun lalu.

"Proses pembuatan pupuk kompos sudah berjalan satu tahun, hari ini launching pemasarannya," ujar Kepala SMAN 1 Jakenan, Wiyarso.

Dia menjelaskan, pupuk kompos Subur 35 dibuat dengan bahan baku sampah organik di lingkungan sekolah.

"Selain itu juga dari para penjual es sari tebu. Limbahnya dibawa ke sini, kami kelola untuk dibuat pupuk kompos. Tadi juga ada MoU dengan penjual sari tebu terkait hal ini," tambah dia.

Adapun proses pembuatan pupuk di Rumah Kompos SMAN 1 Jakenan melibatkan para siswa, tenaga kebersihan, dan guru.

Produk pupuk kompos yang dihasilkan juga telah dicek kelayakannya oleh Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) yang berada di Jaken, Pati.

"Yang membeli pupuk kompos ini mulai dari bapak-ibu guru, warga sekolah lain, masyarakat, hingga para pembudidaya tanaman hias dan buah. Harga jual untuk kalangan sendiri Rp 5 ribu per lima kilogram. Kalau untuk masyarakat umum Rp 10 ribu per lima kilogram," papar Wiyarso.

Satu di antara pelanggan tetap Pupuk Kompos Subur 35 ialah Suwarno, pemilik Pusat Bunga dan Buah Pati yang berada di Desa Pekalongan, Kecamatan Winong.

"Saya tertarik dari sisi kualitasnya. Kompos ini untuk tanaman hias sangat dibutuhkan. Terutama di musim penghujan, yang paling penting adalah anti jamur. Kompos ini sudah terbukti untuk tanaman hias baik aglonema maupun jenis philodendron," ujar dia.

Suwarno mengatakan, dia sudah mencoba mengaplikasikan pupuk ini pada berbagai tanaman miliknya.

"Saya sudah pakai sejak awal pembuatan pupuk kompos ini. Awalnya saya uji coba, ternyata hasilnya bagus. Sehingga saya tertarik mendistribusikan pupuk kompos ini. Tiap bulan saya ambil, berapa pun siap tampung," tandas dia. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved