Breaking News:

Berita Batang

Theofilia Rasakan Jadi Bupati Batang Seharian: saya cemas

Theofilia benar-benar merasakan jadi Bupati Batang dalam sehari memeringati hari anak sedunia.

Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Dina Indriani
Theofilia (tengah) saat menjadi Bupati Batang sehari dalam program Kids Take Over memperingati Hari Anak Sedunia, Senin (22/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Theofilia mendapat kesempatan menjabat sebagai Bupati Batang sehari, dalam program Kids Take Over untuk memperingati Hari Anak Sedunia.

Kesempatan itu pun, dimanfaatkan Theofilia untuk menyampaikan isu-isu hangat seputar anak-anak Kabupaten Batang di masa Pandemi Covid-19 dan menyampaikan aspirasinya.

Hari Anak Sedunia yang diperingati tiap 20 November, tahun ini dirayakan oleh Forum Anak se-Jawa Tengah menduduki jabatan-jabatan strategis di jajaran Pemda masing-masing di antaranya sebagai bupati, kepala dinas bahkan ada pula yang menjabat sebagai ketua DPRD.

Kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat kerjasama antara Unicef, Forum Anak Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah

“Jadi bupati sehari sempat diliputi rasa cemas, karena acara ini dilihat banyak orang, apalagi dihadiri bupati dan walikota yang sebenarnya, walaupun secara virtual,” tuturnya, Senin (22/11/2021).

Ia mengatakan, selama ini memang pemerintah sudah berupaya merealisasikan harapan anak, namun dirasa ada beberapa hal yang belum tersampaikan karena terlalu banyak filter.

“Setelah merasakan menjadi pejabat publik di Kabupaten Batang, ternyata perlu ada kerjasama yang solid antara kepala daerah dengan forum anak untuk mewujudkan Pemda yang peduli terhadap keinginan dan harapan anak,” jelasnya.

Beberapa aspirasi yang disampaikan yakni perlu dilakukan evaluasi materi yang disampaikan setiap bulannya dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dan perlu ada konferensi forum anak yang digelar di tiap kecamatan.

Theofilia yang saat ini menjadi mahasiswi Sastra Inggris di salah satu universitas di Yogyakarta itu bercita-cita untuk menjadi duta besar di Australia dengan harapan mampu meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia ke arah lebih baik.

Kepala DP3AP2KB Batang Supriyono mengutarakan, kegiatan tersebut menjembatani anak-anak yang berpotensi untuk menyampaikan aspirasinya ketika diberi kesempatan menjadi kepala daerah.

Kegiatan ini menjadi sarana mereka untuk maju di masa pandemi, sesuai tema yang diangkat, yakni anak-anak ingin tetap berekspresi, berkarya ditengah Pandemi Covid-19. 

“Di Batang sudah diwakili oleh Theofilia sebagai Bupati Batang , Huda sebagai Kepala DP3AP2KB dan Khairil Anwar sebagai Ketua Forum Anak,” pungkasnya. (din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved