Breaking News:

Berita Kendal

20 Grup Kesenian Kendal Ramaikan Pekan Kebudayaan Selama 4 Hari, BIsa Ditonton di Kanal Youtube

Sebanyak 20 group kesenian di Kabupaten Kendal meramaikan pekan kebudayaan selama 4 hari di Stadion Madya, Kecamatan Kota Kendal sejak 21-24 November.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Grup seni barongan dari Desa Sendangdawuhan, Kecamatan Rowosari Kendal mengikuti pekan kebudayaan di Stadion Madya, Selasa (23/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebanyak 20 group kesenian di Kabupaten Kendal meramaikan pekan kebudayaan selama 4 hari di Stadion Madya, Kecamatan Kota Kendal sejak 21-24 November.

Terdiri dari seni barongan, jaran kepang, dawangan, hingga kesenian tari tradisional. 

Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Sulardi mengatakan, setiap harinya diisi 5 group kesenian yang berhak tampil mulai pukul 09.00 WIB - 14.30 WIB.

Baca juga: Kejari Jepara Sediakan Layanan Konsultasi Hukum, Bupati Andi Harap Fasilitas Permudahkan Masyarakat

Baca juga: Inilah Sosok Anggita Pasaribu Rindu Wanita Pemaki Anggota DPR dan Ibunya, Istri Brigjen TNI Zamroni

Dia menegaskan, kegiatan pekan kebudayaan ini dilaksanakan secara tertutup tanpa dihadiri penonton.

Masyarakat yang hendak menyaksikan pentas seni bisa melalui streaming Youtube Disdikbud yang telah disediakan. 

Untuk menghindari kerumunan dalam rangka mencegah penularan Covid-19.

"Tujuan pentas ini untuk mensosialisasikan kesenian tradisional di Kabupaten Kendal dari tiap-tiap kecamatan. Sehingga nanti bisa maju ke tingkat provinsi dan nasional. Kasihan mereka sudah berhenti selama pandemi melanda," terangnya, Selasa (23/11/2021).

Ketua Dewan Kesenian Kendal, Kiswanto menuturkan, para pelaku kesenian sudah menunggu-nunggu waktu dibukanya pentas kesenian selama pandemi melanda. 

Ia berharap, kesempatan ini memberikan peluang kepada semua pelaku kesenian dan budaya untuk bisa bangkit.

"Pelaku seni selama ini sudah kangen untuk tampil. Sejak pandemi melanda tidak bisa tampil secara terbuka. Ini mulai ada kesempatan supaya nanti bisa dibuka kembali," ujar dia. 

Ketua Singo Barong Restu Widio Budoyo Getas Ombo, Desa Sendangdawuhan, Kecamatan Rowosari, Khozin Santriono menambahkan, groupnya menampilkan sebuah kisah Panji Asmoro Bangun yang berjuang mendapatkan cinta Dewi Sekartaji.

Baca juga: 25 Museum di Indonesia Paparkan Koleksinya dalam Pameran Bersama Virtual

Baca juga: Reaksi Junianto Bos PSIS Semarang Soal Jandia Salah Jersey Saat Lawan PSM Makassar

Untuk bisa menikahi Dewi Sekartaji, Panji harus bisa memenuhi syarat dua singo barong yang bisa bicara.

Hingga akhirnya, ditemukan dua singo barong hasil berburu di hutan bersama beberapa prajurit.

"Singo barong yang disyaratkan bisa dipenuhi Panji Asmoro Bangun. Si Singo Barong ini bersedia mengikuti Panji asal masyarakat tidak merusak hutan. Akhirnya, Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji menikah," tutur Khozin. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved