Breaking News:

Berita Tegal

Banjir Menggenangi Beberapa Wilayah di Kabupaten Tegal, Ketinggian Sampai Lutut Orang Dewasa

ntensitas hujan yang cukup tinggi sejak Senin (22/11/2021) malam, membuat beberapa wilayah di Kabupaten Tegal mengalami banjir.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rival al manaf

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Intensitas hujan yang cukup tinggi sejak Senin (22/11/2021) malam, membuat beberapa wilayah di Kabupaten Tegal mengalami banjir bahkan sampai ada yang masuk rumah warga.

Hal ini seperti yang terpantau di Dukuh Mlangse, Desa Sidoharjo, RT 03/RW 04, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, pada Selasa (23/11/2021) pagi.

Desa ini bisa dikatakan sebagai langganan banjir, karena setiap tahun nya terutama jika intensitas hujan tinggi atau terjadi dalam waktu yang lama pasti banjir melanda.

Baca juga: Video Diduga Permasalahan Rumah Tangga Jadi Pemicu Suami di Tegal Tikam Isteri Hingga Tewas 

Baca juga: Ini Alasan Masyarakat Belum Boleh Masuk Alun-alun Kota Tegal Meski Pagar Sudah Dibongkar 

Baca juga: Disporapar Kota Tegal Cek Tempat Hiburan dan Tempat Pijat, Ada Apa?

Kondisi banjir di wilayah Dukuh Mlangse, RT 03/RW 04, Desa Sidoharjo, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Selasa (23/11/2021). Terlihat warga sedang melintas melewati genangan air, dan anak-anak yang malah asik bermain air banjir. 
Kondisi banjir di wilayah Dukuh Mlangse, RT 03/RW 04, Desa Sidoharjo, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Selasa (23/11/2021). Terlihat warga sedang melintas melewati genangan air, dan anak-anak yang malah asik bermain air banjir.  (Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika)

Ketinggian air tidak merata karena menyesuaikan konstruksi jalan, namun jika semakin masuk ke dalam Desa maka ketinggian air mencapai lutut orang dewasa bahkan ada yang lebih.

Tingginya air yang menggenangi akses utama jalan desa, membuat warga sebagian besar memilih untuk berjalan kaki atau menggunakan sepeda tapi tetap harus didorong.

Sedangkan bagi pengendara sepeda motor maupun mobil, memilih putar balik atau bagi yang memaksa menerobos, maka siap-siap mesin kendaraan mati atau mogok karena kemasukan air.

Salah satu warga RT 03/RW 04 yang ditemui di lokasi Syaeful mengatakan, air dari luapan sungai cacaban mulai masuk ke jalan dan area rumah warga sejak pukul 06.00 WIB.

Menurutnya musibah ini bukan kali pertama, tapi memang sering terjadi dan bisa disebut banjir langganan ketika masuk musim hujan.

"Banjir kali ini terjadi karena kemarin malam hujan cukup deras sejak pukul 23.00 WIB sampai pagi tadi."

"Kalau daerah saya belum ada yang sampai masuk rumah, karena warga sudah inisiatif menyiapkan semacam pembatas menggunakan kayu, fungsinya untuk menahan air supaya tidak masuk ke rumah."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved