Breaking News:

Berita Sragen

Berkembangnya Desa Wisata di Sragen, Dispora Berharap ke Depan Ada Buku Menu Desa Wisata

Sejak Pandemi Covid-19, desa wisata di Kabupaten Sragen terus berkembang.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Stand makanan di Pasar Bahulak, Sragen di lapisi plastik sebagai salah satu cara mencegah penularan Covid-19. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sejak Pandemi Covid-19, desa wisata di Kabupaten Sragen terus berkembang.

Desa wisata sendiri terus didukung keberadaannya oleh Pemkab Sragen.

Tentu melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) Sragen. Dari awalnya tujuh desa wisata, saat ini sudah ada 17 desa yang berkembang menjadi desa wisata.

Sebanyak 17 desa ini masih terus didampingi oleh Dispora Sragen untuk mendapatkan pelatihan oleh instruktur berkompeten yang didatangkan Dispora dari luar daerah Kabupaten Sragen.

Sementara tujuh desa yang telah mendapatkan SK kabupaten diantaranya, Desa Jambean, Desa Jetis, Desa Sukorejo, Desa Krikilan, Desa Karungan, Desa Kliwonan, dan Desa Pilangsari.

Dua diantaranya ialah Desa Karungan dan Desa Krikilan dikatakan Kepala Dispora Sragen, Yusep Wahyudi merupakan desa yang telah diakui secara nasional.

Dengan ini pihaknya berharap desa wisata yang sudah berjalan maupun yang baru berjalan bisa mengelola keuangan yang masuk PAD. Keuangan tersebut dikelola BUMDES serta masyarakat bisa merasakan langsung adanya desa wisata.

Yusep mengatakan pihaknya mempunyai program Sinergi Wisata Sragen. Dimana obyek wisata milik kabupaten, provinsi, desa  juga swasta semua bersinergi terhubung di seluruh kabupaten.

Peta Menu Desa Wisata

"Jika nanti semua muncul (desa wisata) kami akan punya peta yang jelas dan ini bisa menjadi menu desa wisata lengkap dengan ciri khasnya," kata Yusep kepada Tribunjateng.com.

Yusep mengaku meniru konsep yang ada di Pulau Dewata Bali, dimana segala tempat di Bali bisa dijual pariwisatanya. Dirinya mentargetkan Sragen juga akan mempunyai menu desa wisata di Sragen.

Meskipun tidak dengan wisata alamnya, Yusep meyakini Kabupaten Sragen bisa menjual dan memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM).

Dia melanjutkan, pihaknya mempunyai program bagi desa wisata yang telah didampingi nantinya berkewajiban mempromosikan desa lain sehingga dapat bersinergi.

Maka dari itu, desa wisata yang ada di Kabupaten Sragen diharapkan mempunyai ciri khasnya masing-masing. Baik dari wisata alam, wisata sejarah, wisata buatan dan lainnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved