Breaking News:

Berita Internasional

Cerita Buruh Pemetik Buah Asal Indonesia di Australia, Kerja Perjam, Seminggu Bisa Dapat Rp 30 Juta

Serikat pekerja Australian Workers Union (AWU) mendesak agar setiap pemetik buah harus mendapat bayaran minimum untuk pekerja kasual.

Editor: rival al manaf
(ABC INDONESIA)
Ribuan orang pekerja muda dari berbagai negara mendatangi Australia untuk bekerja sebagai pemetik buah. 

TRIBUNJATENG.COM, AUSTRALIA - Serikat pekerja Australian Workers Union (AWU) mendesak agar setiap pemetik buah harus mendapat bayaran minimum untuk pekerja kasual, yakni setidaknya 25,41 dollar Australia, atau lebih dari Rp 250.000, per jam.

Meski demikian para pekerja di Indonesia beberapa tidak merasa keberatan dengan kebijakan itu.

Pasalnya, meski dengan bayaran minimum upah yang didapatkan tetap lebih besar dari bekerja full time di Indonesia.

Baca juga: Reaksi Juara WSBK Toprak saat Diminta Mencoba Makan Ketoprak

Baca juga: Hotline Semarang: Pantauan Sungai Rawan Banjir di Kota Semarang

Baca juga: Komentar Imran Nahumarury Setelah Bawa PSIS Semarang Kalahkan PSM dan Catat Rekor Tak Terkalahkan

Mereka yang bekerja sebagai pemetik buah di Australia nantinya hanya akan dibayar dengan sistem upah per jam dengan bayaran minimum, tidak lagi dibayar berdasarkan berapa yang petik.

Keputusan tersebut dikeluarkan oleh lembaga Fair Work Comission awal November lalu dan dalam waktu dekat segera akan diberlakukan.

Husniati, 26 tahun asal Mataram, Nusa Tenggara Barat, mulai minggu depan akan bekerja sebagai pemetik buah cherry di Shepparton, sekitar 190 kilometer dari kota Melbourne.

Husniati adalah salah seorang pemegang visa 'Working Holiday' (WHV) yang sudah tiba di Australia sejak Maret 2020 dan sebelumnya bekerja di beberapa ladang pertanian di negara bagian Queensland.

"Saya sudah pernah bekerja memetik buah lemon, juga memetik tomat di Queensland," katanya kepada wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya.

"Juga sudah pernah bekerja dibayar per keranjang dan juga bekerja dibayar per jam."

Ia mengaku lebih memilih bekerja dengan sistem bayaran berdasarkan berapa banyak keranjang dari hasil buah yang dipetiknya setiap hari.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved