Breaking News:

Berita Tegal

Detik-detik Masrukha Meregang Nyawa di Tangan Suami, 1 Tusukan ke Pembuluh Jantung di Depan Anaknya

Proses autopsi dilakukan oleh tim Forensik Kedokteran Biddokes Polda Jateng, beserta tim Inafis Polres Tegal, dan tim Forensik RSUD dr Soesilo Slawi

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Humas Polres Tegal
Foto tim Forensik Kedokteran Biddokes Polda Jateng, beserta tim Inafis Polres Tegal, dan tim Forensik RSUD dr Soesilo Slawi, sedang melakukan proses autopsi jenazah Masrukha (36), korban penganiayaan yang dilakukan suaminya sendiri di Desa Dukuhjati Wetan, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Senin (22/11/2021) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Proses autopsi jenazah Masrukha (36), korban penganiayaan yang dilakukan suaminya sendiri di Desa Dukuhjati Wetan, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, telah selesai pada Senin (22/11/2021) kemarin di ruang Pemulasaran Jenazah RSUD dr Soeselo Slawi. 

Proses autopsi dilakukan oleh tim Forensik Kedokteran Biddokes Polda Jateng, beserta tim Inafis Polres Tegal, dan tim Forensik RSUD dr Soesilo Slawi. 

"Autopsi dilakukan guna mencari penyebab pasti kematian korban," tutur Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at, melalui Kasi Humas Polres Tegal AKP Supratman, pada Tribunjateng.com.

Baca juga: Situs Lootup Me Diklaim Bisa Menghasilkan Uang, Benar atau Tidak? Ini Penjelasannya

Terpisah, petugas pemulasaran jenazah RSUD dr Soeselo Slawi Manis, yang juga ikut proses autopsi menjelaskan pada tubuh korban terdapat luka sayatan di bagian leher sebelah kanan. 

Selain itu, luka juga terlihat di bagian dada atau tepatnya mengarah ke pembuluh darah yang ke jantung. Luka inilah yang dikatakan Manis menyebabkan korban langsung meninggal dunia. 

"Proses autopsi kurang lebih selama dua jam, luka ada dibagian leher dan dada. Namun yang di dada ini pelaku menusuk tepat dibagian pembuluh darah yang ke jantung, sehingga itu yang mengakibatkan korban langsung meninggal dunia," terang Manis. 

Setelah proses autopsi selesai, pihak keluarga langsung membawa jenazah korban menggunakan mobil ambulance ke Desa Bolakwaru, RT 02/RW 03, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, untuk dimakamkan. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tegal AKP I Gede Dewa Ditya mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. 

"Tentu kami fokus pada kasus tersebut, dan akan kami usut sampai tuntas," tegas AKP Dewa. 

Ia menambahkan, hasil dari autopsi tersebut digunakan untuk mendalami kasus terutama untuk mencari tahu penyebab kematian korban. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved