Breaking News:

Berita Solo

Menilik Keris Kanjeng Nogo Siluman Milik Pangeran Diponegoro yang Hilang 150 Tahun Dibawa Penjajah

Perang Jawa 1825-1830 merupakan perang yang alot antara penjajah Belanda melawan rakyat Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro

TribunJateng.com/Muhammad Sholekan
Penampakan keris Kiai Kanjeng Nogo Siluman milik Pangeran Dipongero yang dipamerkan di Museum Keris Solo mulai dari tanggal 20-25 November 2021. Keris ini sempat dinyatakan hilang selama 150 tahun. 

TRIBUNJATENG.COM -- Perang Jawa yang berlangsung lima tahun 1825-1830 merupakan perang yang alot antara penjajah Belanda melawan rakyat Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro. Tokoh terkenal ini memiliki beberapa pusaka termasuk Keris Kanjeng Nogo Siluman yang terkenal.

Museum Keris Solo memamerkan Keris Kiai Kanjeng Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro selama 5 hari yaitu tanggal 20-25 November 2021.

Keris bersejarah berusia lebih dari 150 tahun itu dikembalikan oleh Pemerintah Belanda kepada Pemerintah Indonesia pada Maret 2020 lalu.

Keris tersebut juga sempat dinyatakan hilang selama kurang 150 tahun. Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman terbuat dari besi hitam dan memiliki sebelas luk.

Gandik keris tersebut berbentuk kepala naga, dan terdapat badan naga memanjang mengikuti bilah. Warangka keris berbentuk Ladrang atau branggah.

Konon keris itu selalu dibawa Pangeran Diponegoro ketika berperang melawan Belanda pada 1825-1830 dalam peristiwa sejarah yang disebut Perang Jawa.

Dalam catatan sejarah, keris tersebut dibawa ke Belanda oleh Kolonel Jan-Baptist Cleerens yang tak lain adalah komandan pasukan Belanda dalam perang Jawa setelah perang tersebut berakhir.

Keris ini kemudian dihadiahkan kepada Raja Wilem I sebagai tanda kemenangan Belanda atas Pangeran Diponegoro.

Pamong Budaya Ahli Muda Museum Nasional, Mananti Amperawan Marpaung menyampaikan keris itu baru saja dikembalikan ke pemerintah Indonesia setelah sebelumnya selama hampir dua abad digenggam pemerintah Belanda.

Sebelum dipulangkan, keris Kiai Naga Siluman ini telah puluhan tahun dicari lewat sejumlah penelitian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved