Breaking News:

Guru Berkarya

Model Permainan Snakes and Ladders Permudah Belajar Family Tree

Penguasaan kosa kata merupakan wujud kemahiran berbahasa yang bermanfaat besar bagi siswa yang belajar bahasa Inggris.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Arif Fanto SPd, Guru SMP Satu Atap Wangkelang Kab Pekalongan 

Oleh: Arif Fanto SPd, Guru SMP Satu Atap Wangkelang Kab Pekalongan

PENGUASAAN kosakata merupakan wujud kemahiran berbahasa yang bermanfaat besar bagi siswa yang belajar bahasa Inggris. Menguasai banyak kosakata merupakan manifestasi dan keterlibatan aktivitas berpikir atau bernalar yang baik dalam berbahasa. Hal ini dimaksudkan bahwa siswa harus mampu mengembangkan kosa kata untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik.

Berdasarkan pengalaman mengajar bahasa Inggris di kelas VII SMP Satu Atap Wangkelang Kabupaten Pekalongan, penguasaan siswa pada kosa kata bahasa Inggris masih jauh dari harapan. Ini disebabkan kurangnya pembelajaran bahasa Inggris ketika siswa masih di jenjang SD.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kosakata bahasa Inggris bagi siswa adalah dengan cara menggunakan model pembelajaran tertentu yang mampu meningkatkan siswa dapat berpikir mandiri, kreatif, kritis, dan menyenangkan. Untuk meningkatkan kosakata bahasa Inggris siswa, faktor kemampuan guru menjadi penentu keberhasilan pembelajaran.

Kemampuan membimbing siswa, memilih model yang tepat dalam pembelajaran, mengajak siswa untuk aktif, memberi peluang untuk berlatih, dan memberi penguatan sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Guru dapat membimbing siswa dengan baik jika guru juga berlatih dan mampu menguasai teori dan cara melaksanakan tahap-tahap penguasaan kosakata dengan baik. Salah satu solusinya dengan menggunakan model bermain Snakes and Ladders.

 Menurut Sutijo (2013:12) Snake and Ladder  merupakan salah satu model yang fokus pada penguasaan cara membaca kata dengan cara menyenangkan. Model ini didasarkan pada kemampuan siswa untuk mengobservasi, mengolah data, memahami informasi, membentuk konsep-konsep, menerapkan simbol-simbol verbal, dan memecahkan masalah dalam suasana bermain.

Model pembelajaran dengan bermain Snakes and Ladders dirancang dari suatu keprihatinan tentang bagaimana siswa dapat belajar dari suatu gambar atau simbol sehingga dapat dijadikan media diucapkan berulang–ulang. Tanpa disadari, siswa telah belajar mengenal kata asing dengan cara yang menyenangkan. Model ini dikembangkan agar siswa dapat termotivasi dan berlomba dalam menguasai kata asing dalam bahasa Inggris.

Bentuk pembelajaran model bermain Snakes and Ladders dimulai dengan menentukan tema sesuai materi yang sedang dipelajari di sekolah. Salah satu materi Bahasa Inggris  pada kelas 7 adalah Family Tree. Materi ini berisikan pemahaman kosa kata terkait dengan nama nama anggota dalam keluarga.

Adapun sintak pembelajaran yang dilakukan sebagai berikut : Guru memandu kegiatan game dengan membuat kelompok. Setiap kelompok terdiri atas empat siswa. Setiap kelompok menggunakan satu set permainan Snakes and Ladders.

Dari keempat siswa tersebut melakukan switch gunting batu kertas untuk memilih warna bidak dan menentukan siswa yang memulai permainan secara berurutan. Siswa harus menyebutkan kata-kata dalam bahasa Inggris berhubungan dengan gambar atau simbol dimana bidak berhenti. Siswa yang mencapai gambar atau simbol ke seratus pertama kali adalah pemenangnya.

Guru berperan sebagai Arbitrator yang bertugas menentukan tema dan memandu cara pengucapan kata dengan benar dan seterusnya hingga seluruh siswa di kelas dapat bermain dan berlomba untuk mengenal banyak kosa kata baru. Guru memberikan poin tambahan bagi siswa yang mampu menjawab kosa kata diujikan sehingga siswa akan bersemangat dan berlomba–lomba mengikuti permainan dengan suasana yang menantang dan menyenangkan.

Dengan menggunakan model bermain Snakes and Ladders, hasilnya siswa mempunyai kemampuan dan keberanian mengucapkan kosa kata bahasa Inggris. Model pembelajaran ini mampu meningkatkan pemahaman teks bahasa Inggris sehingga nilainya meningkat. Siswa lebih antusias/semangat, percaya diri, mandiri, teliti, dan berusaha untuk berbahasa Inggris lebih baik. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved