Breaking News:

Berita Batang

PMI Batang Beri Pelatihan Guru PJOK Tangani Cedera Saat Olahraga  

PMI Batang beri pelatihan kepada KKG Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK).

Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
Dok. Diskominfo Batang
PMI Batang memberikan pelatihan kepada Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Kecamatan Batang tentang cara menangani cidera yang sering terjadi saat olahraga di Gedung Pramuka, Kabupaten Batang, Senin (22/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Palang Merah Indonesia (PMI) Batang memberikan pelatihan kepada Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Kecamatan Batang tentang cara menangani cidera yang sering terjadi saat olahraga di sekolah.

Pelatihan digelar mulai 22 hingga 24 November 2021 di Gedung Pramuka, Kabupaten Batang.

Para guru akan diberikan pelatihan tentang pencegahan primer, sekunder dan tesier, supaya tidak terjadi cidera saat olahraga.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang, Achmad Taufiq mengatakan pelatihan tentang penanganan ceidera olahraga ini selain diikuti oleh para guru PJOK.

Tetapi juga diikuti guru kelas yang di sekolahnya belum memiliki guru PJOK.

“Pihak sekolah itu mengurus guru yang bisa mengembangkan kompetensi di bidang PJOK. Tidak hanya itu, tapi guru kelas yang mengikutinya juga bisa mengembangkan untuk teman-teman guru kelas 1-6, karena belum ada guru olahraganya,” terangnya, saat membuka Bimbingan Teknis Pencegahan dan Penanggulangan Cidera Olahraga Bagi Guru PJOK SD, Senin (22/11/2021).

Kepala Klinik PMI Batang, dr. Slamet Solikhin menambahkan, pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi guru PJOK ketika menangani cidera saat praktik pelajaran olahraga.

“Ada beberapa jenis olahraga yang mempunyai risiko terjadinya cidera baik ringan maupun berat. 

Karena mayoritas peserta pelatihan dari kalangan guru SD, sangat minim menangani cidera berat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kerawanan yang sering terjadi antara lain cedera pada jaringan lunak dan keras, misalnya pergelangan kaki dan tangan. 

“Kalau penanganannya kurang tepat, jika anak didik berpotensi di bidang olahrga, bisa menghambat prestasi, bahkan bisa menimbulkan kelainan fisik,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved