Breaking News:

Guru Berkarya

Program Kepala Sekolah Menyambut PTM Terbatas

Indonesia termasuk Negara yang turut merasakan dampak dari menyebarnya Covid 19.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: abduh imanulhaq
IST
Sri Mulyani SPd MPd, Kepala SMPN 1 Bandar Kab Batang 

Oleh: Sri Mulyani SPd MPd, Kepala SMPN 1 Bandar Kab Batang

INDONESIA termasuk negara yang turut merasakan dampak dari menyebarnya Covid-19. Pemerintah Indonesia berusaha dan bekerja keras untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Pemerintah mengadakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berskala.

Selama dua tahun stabilitas Indonesia sempat tergoncang. Semua sektor kehidupan mengalami terhantam dampaknya termasuk bidang pendidikan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan harus melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan dalam jarigan (daring).

Bambang Warsita (2011:15) menjelaskan pembelajaran jarak jauh adalah pendidikan terbuka dengan program 4 belajar yang terstruktur relatif ketat dan pola pembelajaran yang berlangsung tanpa tatap muka atau keterpisahan antara dan peserta diklat. Hal ini mengakibatkan suasana sekolah menjadi sepi dan tanpa aktivitas.

Pelaksanaan PJJ ternyata hasilnya tidak begitu memuaskan karena banyak kendala dengan berbagai yang dihadapi, seperti terbatasnya kepemilikan gadget, sinyal tidak terpenuhi, dan jaringan internet yang sulit terjangkau. Kondisi orang tua yang termasuk ekonomi sedang ke bawah menyebabkan pemenuhan kuota internet terhambat.

Seiring membaiknya kondisi yang terjadi yaitu dengan tercovernya program vaksinasi di seluruh daerah sekarang ini termasuk di SMP Negeri 1 Bandar Kabupaten Batang, sudah banyak pendidik, tenaga kependidikan dan siswa yang sudah menjalani vaksin. Hal ini untuk menghindari penyebaran virus di lingkungan sekolah.

Sehingga pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka diizinkan dengan protokol kesehatan yang ketat, yaitu harus tetap menerapkan budaya 5M dimulai dari mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Usaha tersebut dilakukan dengan harapan peserta didik dapat melakukan aktifitas belajar dengan aman.

Sebagai kepala sekolah di SMP Negeri 1 Bandar Kabupaten Batang harus segera mengikuti program pemerintah daerah yaitu penerapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Kepala sekolah menerapkan langkah terbaik dengan menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman yaitu mencanangkan sekolah ramah anak.

Sekolah ramah anak adalah sekolah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab termasuk dalam masa pandemi. Prinsip utama adalah nondiskriminasi kepentingan, hak hidup serta penghargaan terhadap anak. Sekolah yang terbuka melibatkan anak untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan, kehidupan sosial, serta mendorong tumbuh kembang dan kesejahteraan anak.

Sekolah yang aman, bersih, sehat, hijau, inklusif dan nyaman bagi perkembangan fisik, kognisi dan psikososial anak perempuan dan anak laki-laki. Program penjaminan menghindari kekerasan antarsesama warga sekolah (verbal dan nonverbal), melakukan pendampingan terhadap siswa yang memerlukan advokasi.

Mengembangkan toleransi dan kegotongroyongan antarwarga sekolah, disiplin dalam mematuhi tata tertib sekolah. Sekolah menjamin kebebasan kehidupan beragama, menjamin tidak ada intimidasi dan tidak ada bullying/perundungan.

Kalau kewajiban sudah dijalankan yang harus dilakukan sekolah adalah jangan sampai ada sumbatan komunikasi, advokasi penggunaan medsos secara bijak. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan hadir di tengah komunitas siswa sebagai sahabat.

Pembiasaan, keteladanan, pembudayaan kehidupan yang menjunjung tinggi norma, hukum, sosial dan agama. Penanaman nilai luhur pada diri peserta didik akan terbentuk dengan sendirinya, yaitu kecintaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ciptaan-Nya, tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian. Kejujuran, hormat dan santun, dermawan dan gotong royong, percaya diri, kreatif, kepemimpinan, rendah hati dan toleransi.

Akhirnya akan menghasilkan nilai-nilai karakter pada diri peserta didik yang pada akhirnya menumbuhkan jiwa yang religius, rasa nasionalisme, mandiri, gotong royong dan berintegritas. Program yang dicanangkan kepala sekolah di awal PTMT ternyata berjalan dengan baik. Pembentukan karakter peserta didik sebagai bagian dari program dapat dilaksanakan dengan sukses. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved