Breaking News:

Berita Semarang

10.091 Guru Honorer di Jateng Ikuti Pelatihan Online Demi Lolos PPPK Gelombang 2

Pemerintah akan kembali mengadakan tes seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru gelombang kedua dalam waktu dekat ini.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Sejumlah guru honorer mengikuti pelatihan dan bimbingan secara daring atau online dari ruangan Smart Learning and Character Center (SLCC) PGRI Jateng 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Pemerintah akan kembali mengadakan tes seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru gelombang kedua dalam waktu dekat ini.

Oleh karena itu, pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi pelatihan secara online atau daring untuk para guru honorer yang akan ikut tes PPPK tahap kedua ini, Rabu (24/11/2021).

Selain menyediakan referensi tambahan sumber belajar untuk guru, dalam pelatihan ini guru honorer juga dibimbing agar terus termotivasi sehingga berpeluang lolos menyandang guru PPPK.

Baca juga: Sambil Menangis, Anggiat Pasaribu yang Beradu Mulut dengan Arteria Dahlan, Putuskan Cabut Laporan

Baca juga: Video Bos di Solo Cabuli Karyawan di Bawah Umur Modus Cekoki Miras

Wakil Ketua PGRI Jateng, Bunyamin mengatakan, sebagai organisasi profesi guru, pihaknya wajib memberikan pendampingan dan bimbingan untuk guru honorer yang hendak mengikuti tes seleksi PPPK.

"Kami tugasnya meyakinkan teman-teman guru honorer bahwa seleksi bukan sesuatu yang susah jika mau berlatih dengan sungguh-sungguh. PGRI bisa mendampingi dan memberikan motivasi agar mereka bisa lolos dan memiliki status jelas dan jaminan kesejahteraan," ucap Bunyamin.

Pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang ini menjelaskan ada sebanyak 10.091 guru honorer yang mengikuti pelatihan dan bimbingan online dari PGRI Jateng.

Jumlah guru tersebut berasal dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Proses pelatihan dan bimbingan dibagi menjadi dua tahap, yakni simulasi mengerjakan soal-soal dan bimbingan pembahasan. Simulasi dan bimbingan dilaksanakan secara daring atau online.

Pada simulasi mengerjakan soal-soal, dibagi menjadi tiga sesi. Satu sesi untuk guru honorer dari dua eks-karesidenan di Jateng. Sesi pertama untuk guru honorer dari eks-Karesidenan Semarang dan Pati. Sesi kedua untuk eks-Karesidenan Pekalongan dan Banyumas. Sedangkan sesi ketiga eks-Karesidenan Kedu dan Solo.

"Harapan kami, mereka semua bisa lolos. Dengan begitu, kami punya teman-teman guru yang terlindungi, terutama kesejahteraannya. Sehingga pantas menjadi guru kebanggaan, anak didik pun pastinya bangga," ujarnya.

Sementara, Ketua Biro Pengembangan Profesi PGRI Jateng, Agung Purwoko menambahkan, dalam simulasi dan bimbingan pihaknya menekankan pada tes jenis kompetensi teknis.

Kompetensi teknis ini yang dikeluhkan para guru honorer yang mengikuti tes PPPK gelombang pertama paling sulit.

"Sebetulnya, kompetensi teknis ada dua, yang berkaitan dengan mata pelajaran dan kemampuan pedagogis. Kemampuan pedagogis yang dilatih di sini lantaran pada gelombang pertama kemarin banyak yang mengeluhkan sulit," kata Agung.

Baca juga: Lewat Brace Hugo Gomes, Madura United Memenangkan Pertandingan atas Persik Kediri 2-0

Baca juga: Ada Sertijab, Kapolres Blora Minta Penerima Jabatan Baru Bisa Segera Menyesuaikan Tugasnya

Pedagogis meliputi manajemen pembelajaran di dalam kelas, di antaranya terkait strategi pembelajaran, persiapan pembelajaran dan sebagainya.

Pada sesi simulasi, guru honorer akan mengerjakan kisi-kisi soal yang banyak diambil dari tes gelombang pertama. Sementara, pada sesi pembahasan, soal-soal yang menjadi kisi-kisi tersebut akan dibahas bersama dalam kelompok belajar. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved