Breaking News:

Berita Nasional

Alasan MAKI Ingin KPK Terima AKP Robin Jadi Justice Collaborator

Menurut Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, AKP Robin bisa membongkar pihak-pihak yang diduga terlibat dalam sengkarut perkara suap di Tanjungbalai.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus dugaan suap terkait pengurusan atau penanganan sejumlah kasus di KPK, Stepanus Robin Pattuju menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (18/10/2021). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang salah satunya yaitu Mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan menerima justice collaborator (JC) yang diajukan eks Penyidik Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stepanus Robin Pattuju.

Hal itu disampaikan oleh Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI).

Menurut Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, AKP Robin bisa membongkar pihak-pihak yang diduga terlibat dalam sengkarut perkara suap di Tanjungbalai.

Baca juga: Eks Penyidik KPK AKP Robin Akui Perbuatannya dan Ajukan Justice Collaborator: Saya Sangat Menyesal

"Tentunya ini akan semakin memudahkan proses penegakkan hukum terhadap dugaan kongkalikong, dugaan pemufakatan jahat dalam rangka mengurusi perkara-perkara yang ditangani KPK," ujar Boyamin dalam keterangannya, Rabu (24/11/2021).

Untuk itu, MAKI meminta Robin tidak menutupi pihak-pihak tertentu setelah mengajukan JC. 

Kata Boyamin, Robin harus serius mengungkap terang pihak-pihak tersebut tanpa pandang bulu, termasuk dugaan keterlibatan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.

"Nampaknya Robin juga sudah memberikan kisi-kisi terkait dengan pengakuannya terkait dengan komunikasi antara, maksudnya yang didengar Robin adalah terkait dengan dugaan komunikasi antara M. Syahrial dan Ibu Lili Pintauli Siregar, Wakil Ketua KPK," kata Boyamin.

MAKI turut meminta KPK bersikap adil dengan JC Robin. 

Permintaan JC Robin diminta diproses sesuai prosedur meski sudah pernah mengkhianati KPK.

 
Selain itu, majelis hakim juga diminta bijak mempertimbangkan JC untuk Robin. 

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved