Breaking News:

Berita Karanganyar

Angka Kematian ibu Hamil di Karanganyar Meningkat Akibat Pandemi Covid-19

Angka kematian ibu hamil di Kabupaten Karanganyar tahun ini meningkat.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Rapat koordinasi kesehatan ibu dan anak demi terwujudnya penurunan AKI dan AKB di Podang 1 Setda Karanganyar, Rabu (24/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Angka kematian ibu hamil di Kabupaten Karanganyar tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena dampak pandemi Covid-19. 

Berdasarkan data yang dihimpun Tribunjateng.com dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, tercatat ada 19 kasus ibu hamil mulai dari Januari hingga minggu ketiga November 2021.

Sedangkan pada tahun 2019, tercatat ada 6 kasus dan pada 2020 ada 8 kasus.

Kabid Kesmas DKK Karanganyar, Nuk Suwarni menyampaikan, kasus kematian ibu hamil memang mengalami kenaikan.

Adanya kenaikan dikarenakan adanya pandemi Covid-19. 

Kabupaten Karanganyar menempati urutan ke-13 se Jateng terkait angka kematian ibu dan bayi hingga saat ini.

Sedangkan di wilayah se- Solo Raya menempati urutan kedua setelah Kota Solo. 

"Januari hingga November 2021 ada 19 kasus, 15 kasus karena Covid-19 dan lainnya karena non Covid-19. Tahun lalu dari 8 kasus, dua karena Covid-19. Ibu hamil yang terpapar Covid-19 memang resikonya tinggi," katanya kepada Tribunjateng.com usai rapat koordinasi kesehatan ibu dan anak demi terwujudnya penurunan AKI dan AKB di Podang 1 Setda Karanganyar, Rabu (24/11/2021). 

Dia menuturkan, ibu hamil yang terpapar Covid-19 cenderung saturasi oksigennya serta ketahanan tubuhnya menurun.

Karena saat ini masih dalam situasi pandemi, pemeriksaan baik itu menggunakan PCR atau swab antigen harus dilakukan sebulan sebelum perkiraan persalinan. 

Hingga saat ini tercatat ada 10.911 ibu hamil dengan usia kehamilan berbeda-beda di Kabupaten Karanganyar. 

"Itu juga untuk menentukan tindakan persalinan. Ibu hamil yang usianya memenuhi telah menerima vaksin. Minimal usia kehamilan 13 minggu sudah bisa dilakukan vaksin," ucapnya. 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, dalam upaya menekan angka kematian ibu hamil dan bayi perlu dilakukan edukasi dari semua pihak.

Kasus kematian tahun ini lebih dikarenakan Covid-19 dan ibu hamil yang kurang cepat memeriksakan diri. 

"Paling dominan sosialisasi perilaku ibu hamil harus rutin kontrol. Jangan tidak ada keluhan tidak kontrol. Kontrol itu memastikan kondisi kandungan aman dan sehat. Perlu digerakan semua pihak untuk edukasi. Satu saja ibu yang hamil meninggal dan bayi meninggal saya anggap tinggi. Tapi semua sudah kerja keras, mudah-mudahan bisa terus ditekan," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved