Breaking News:

Berita Semarang

Detik-detik Supir Truk di Ngaliyan Tiba-tiba Terjatuh dari Kabin dan Meninggal, Sempat Teriak Aduh

Sukirno (62) meninggal mendadak di belakang gudang Astra Kawasan Industri Candi Blok 12A,Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (24/11/2021) sekira pukul 08.00

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
Dok Polrestabes Semarang.
Sopir asal Malang meninggal mendadak di belakang gudang Astra Kawasan Industri Candi Blok 12A,Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (24/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sukirno (62) meninggal mendadak di belakang gudang Astra Kawasan Industri Candi Blok 12A,Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (24/11/2021) sekira pukul 08.00 WIB.

Sopir truk asal Malang itu tiba-tiba terjatuh dari atas kabin truk sembari berteriak aduh.

Hal itu membuat para rekan kerja sesama sopir panik sebab tak selepas diperiksa korban sudah tewas.

Baca juga: Harga Emas Antam Menyusut Lagi, Hari Ini Turun Rp 6.000

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Berantai yang Habisi Nyawa 2 Wanita di Bogor Divonis 13 Tahun Penjara

Baca juga: Detik-detik Penangkapan Sepasang Anak Punk yang Rampok Minimarket Kendal, Satu Pelaku Didor

"Iya ada sopir truk meninggal dunia tadi pagi," terang Kapolsek Ngaliyan Kompol Umbar saat dihubungi tribunjateng.com.

Korban sebelum meninggal dunia tampak segar sehabis mandi di kamar mandi pos security gudang Astra.

Korban bahkan sempat berbincang santai dengan rekan kerja sesama sopir yang saat itu sedang memperbaiki selang rem truk.

Tiba-tiba korban terjatuh dari atas kabin truk tronton dan tergeletak di samping kabin truk dengan pelat nomor B9526UWV.

"Iya korban jatuh dari kabin truk," kata Umbar.

Tim medis dari Polsek Ngaliyan telah memeriksa kondisi korban sekaligus melakukan rapid tes.

Hasilnya tak ditemukan tanda-tanda kekerasan sekaligus rapid tes negatif.

Pihak ekspedisi tempat kerja korban telah menghubungi keluarga korban di Malang.

Baca juga: Polisi Medan Curi Motor Tetangga, Tes Urine Positif Narkoba

Baca juga: Wajah Baru Alun-alun Purwokerto, Pengunjung Semakin Asyik Berswafoto

Keluarga menyatakan iklhas atas kematian korban sehingga menolak mayat korban diautopsi.

Selanjutnya mayat korban dibawa ambulance ke rumah duka.

"Informasi dari anak korban ternyata korban memiliki riwayat penyakit jantung. Di tas korban juga terdapat sejumlah obat jantung," tandas Umbar. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved