Breaking News:

UIN Walisongo Semarang

Dharma Wanita Persatuan UIN Walisongo Gelar Workshop Manajemen Ketahanan Ekonomi Keluarga

Dharma Wanita Persatuan UIN Walisongo mengadakan Workshop Penguatan dan Manajemen Ketahanan Ekonomi Keluarga.

Editor: abduh imanulhaq
UIN WALISONGO
Workshop Penguatan dan Manajemen Ketahanan Ekonomi Keluarga oleh Bidang Ekonomi DWP UIN Walisongo selama dua hari, Jumat-Sabtu (12 -13/11/2021), di The Sunan Hotel Surakarta. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO  – Dalam upaya mewujudkan keluarga yang sejahtera, Dharma Wanita Persatuan UIN Walisongo Semarang mengadakan Workshop Penguatan dan Manajemen Ketahanan Ekonomi Keluarga.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bidang Ekonomi DWP UIN Walisongo selama dua hari, Jumat-Sabtu (12 -13/11/2021), di The Sunan Hotel Surakarta.

Peserta sejumlah 40 orang yang terdiri atas pengurus dan anggota DWP UIN Walisongo.

Ketua panitia acara, Islamiyati Arief Budiman, menyampaikan tujuan kegiatan ini di antaranya memberikan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan keluarga dengan baik.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan tentang inovasi pengolahan makanan, pengetahuan tentang pentingnya standarisasi dan sertifikasi produk untuk memperluas jangkauan pemasaran. Sehingga diharapkan bisa untuk menambah sumber penghasilan keluarga,” ungkapnya.

“Targetnya kedepan DWP UIN Walisongo memiliki Rumah Online sebagai pusat kegiatan ekonomi ibu-ibu DWP,” lanjut Islamiyati.

Sebagai Keynote Speaker dan membuka acara ini, Dr. H. Mukhsin Jamil, M.Ag. selaku Wakil Rektor I UIN Walisongo.

Dia menyampaikan keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang mempunyai fungsi sosial, fungsi pendidikan, fungsi religius dan fungsi kebudayaan.

“Tantangan keluarga sangat berat di masa sekarang, yaitu transformasi digital, yang memberi dampak mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Orang asyik dengan gadget sehingga menyebabkan jauh dari kehidupan sosial yang nyata,” ujar mantan Dekan Fakultas Ushuluddin ini.

“Covid-19 mengubah tatanan kehidupan, sistem pembelajaran yang tidak bisa bertatap muka secara langsung selama hampir 2 tahun menyebabkan loose learning, pengurangan karyawan secara besar-besaran di berbagai macam usaha dan di semua negara menyebabkan kehidupan ekonomi masyarakat menurun. Oleh karenanya acara ini tepat sekali untuk membangun kembali ketahanan keluarga melalui kegiatan ekonomi ini,” tandasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved