Breaking News:

Berita Nasional

Hasil Penelitian Balitbang Agama: Kemenag Harus Dorong Pemanfaatan Dakwah di Digital

Hasil penelitian yang dilakukan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang (BLAS), Kementerian Agama (Kemenag), masih sedikit ulama moderat yang

Penulis: m nur huda | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ M Nur Huda
Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang (BLAS), Kementerian Agama (Kemenag), Samidi (tengah), dan Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh (kiri) saat acara Diseminasi Hasil Penelitian di Hotel Pandananaran, Rabu 24 November 2021. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Hasil penelitian yang dilakukan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang (BLAS), Kementerian Agama (Kemenag), masih sedikit ulama moderat yang menggelorakan moderasi beragama di wilayah digital terutama media sosial.

Kepala BLAS Kemenag, Samidi mengungkapkan, yang terjadi justeru sebaliknya yakni menyuarakan pemahaman beragama dengan keras dan cenderung radikal.

Hal itu diungkapkannya dalam Diseminasi Hasil Penelitian di Hotel Pandananaran, Rabu (24/11/2021).

“Kami melihat di medsos ulama yang gelorakan indikator moderasi beragama masih sangat sedikit,” katanya.

Dari studi agama dalam internet, lanjut Samidi, sejauh ini dapat dikatakan menyatakan tiga hal. Pertama, agama telah termediasi dari realitas empiris menjadi realitas virtual, juga bahwa pembelajaran agama tidak selalu melalui tokoh atau ahli agama.

Kedua, internet telah mengubah ruang agama menjadi demokratis sehingga publik dapat terlibat aktif dalam pembentukan makna realitas agama.

Ketiga, agama menjadi alat propaganda sekaligus objek yang diproduksi dan dikonsumsi publik sehingga pemeluk agama dilibatkan dalam kepentingan sistemik media.

Tapi dari penelitian yang dilakukan, terdapat 7 tokoh yang diteliti dan sosoknya menjadi idola di media sosial serta menggelorakan moderasi beragama.

KH Maruf Khozin berkarakter fikih kontekstual, Hj Kharisma Yogi Yoviana berkarekter gender dan budaya, Achmad Dzofir Zuhri berkarakter tafsir, KH Ahmad Muwaffiq atau Gus Muwafiq berkarakter sejarah dan budaya.

KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah berkarakter urban millennial dan sosialita, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus berkarakter budayawan, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha berkarakter tafsir, fikih dan tradisionalis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved