Breaking News:

Jokowi Yakin Ekonomi Terus Membaik: Optimistis Tetapi Tetap Hati-hati

beberapa negara tengah mengalami lonjakan inflasi, kelangkaan energi, kelangkaan kontainer, serta kenaikan harga

Editor: Vito
Screenshot YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi harus dipupuk bersama kehati-hatian.

Sikap hati-hati itu harus dikelola dengan baik, meski kasus covid-19 semakin hari bisa semakin ditekan.

Tercatat, dari jumlah kasus aktif covid-19 pada Juli 2021 lalu mencapai 56.000 kasus, kini sudah menurun tajam menjadi hanya 394 kasus per 23 November 2021.

"Kita patut bersyukur, perkembangan covid-19 di negara kita Indonesia semakin harus semakin bisa kita tekan, dan bisa kita turunkan dari yang kita ingat di pertengahan Juli yang lalu. Tapi sekali lagi, ketidakpastian itu selalu ada, kita tetap optimistis, tapi tetap harus hati-hati," kata Jokowi, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia yang dihadiri para bankir Indonesia, Rabu (24/11).

Menurut dia, sikap hati-hati diperlukan lantaran beberapa negara saat ini kembali mengalami lonjakan kasus, mulai dari AS hingga Eropa. Ia berharap lonjakan kasus tidak terjadi lagi di Indonesia.

Kehati-hatian juga perlu diterapkan, karena beberapa negara tengah mengalami lonjakan inflasi, kelangkaan energi, kelangkaan kontainer, serta kenaikan harga di tingkat produsen yang berimbas pada kenaikan harga di tingkat konsumen.

"Semuanya tidak pernah diprediksi sebelumnya bahwa efek pandemi ini masuk, tidak pernah kita perkirakan sebelumnya," ucapnya.

Jokowi optimistis lantaran vaksinasi terus digencarkan. Sampai 23 November 2021, pemerintah sudah menyuntikkan vaksin sebanyak 226 juta dosis.

Secara rinci, sudah 65 persen jumlah penduduk mendapat dosis pertama, dan 43 persen mendapat dosis kedua. Targetnya, capaian vaksinasi hingga akhir tahun mencapai 280-290 juta dosis.

Di sisi lain, pemulihan ekonomi bukan angan semata, karena Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang kembali pada posisi normal. Kemudian PMI manufaktur berada pada level tertinggi, yakni 57,2.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved