Breaking News:

Berita Semarang

Kominfo Kota Semarang akan Lakukan Pendataan Masyarakat Melek Digitalisasi

Kominfo Kota Semarang akan lakukan pendataan terhadap literasi digital di masyarakat.

Penulis: budi susanto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Budi Susanto
Kepala Kominfo Kota Semarang, Bambang Pramusinto, saat ditemui Tribun Jateng beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pendataan terhadap masyarakat yang sudah paham akan literasi digital di Kota Semarang sampai sekarang belum pernah dilakukan.

Untuk itu Kominfo Kota Semarang berencana melakukan pendataan terhadap literasi digital di masyarakat.

Hal itu untuk mendukung program yang diluncurkan Presiden Joko Widodo terkait literasi digital nasional.

Data juga dianggap penting karena sebagai satu di antara indikator meleknya masyarakat akan digitalisasi.

Bahkan Kementerian Kominfo menyebutkan, awal 2021 lalu pengguna internet di Indonesia di angka 202,6 juta atau 73,7 persen penduduk Indonesia.

Pentingnya data mengenai masyarakat yang sudah melek akan digitalisasi juga diakui Bambang Pramusinto, Kepala Kominfo Kota Semarang.

“Memang sangat penting, kami juga berencana melakukan hal tersebut, namun hingga kini memang belum dilakukan pendataan,” katanya, Rabu (24/11/2021).

Dilanjutkannya, ke depan Kominfo Kota Semarang bertujuan untuk melakukan pendataan tersebut.

“Tujuan kami juga melakukan pendataan secara resmi, namun saat ini kami masih melakukan pematangan literasi digital untuk masyarakat di Kota Semarang,” jelasnya.

Matangnya literasi digital masyarakat, menurut Bambang menjadi landasan untuk berkegiatan di dunia digital.

“Kalau literasi digital di masyarakat matang, pastinya bisa memanfaatkan dunia digital secara maksimal, baik untuk bisnis maupun kesiapan menyambut transformasi digital,” katanya.

Selain itu, ia menyebutkan, hoax ataupun penyesatan informasi serta keamanan digital juga dipahami masyarakat jika literasi digital benar-benar matang.

“Kalau sekarang masih banyak yang menerima informasi hoax, ataupun melihat digitalisasi sebagai hiburan dengan adanya media sosial, padahal banyak yang bisa hal yang sangat bermanfaat di dalam dunia digital,” imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved