Breaking News:

Berita Regional

Pawang Hujan Lapor Polisi, Tak Terima Dituding Gagal Kendalikan Hujan di WSBK Mandalika

Seorang pawang hujan asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Damai Santoso alias Amaq Daud (49),  melaporkan sebuah akun ke polisi.

Kompas.com/Alsadad Rudi
Pebalap dan kru tim tergesa ke paddock di tengah hujan deras yang mengguyur kawasan Sirkuit Mandalika jelang Race 1 kelas World Superbike, Sabtu (20/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, LOMBOK - Seorang pawang hujan asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Damai Santoso alias Amaq Daud (49),  melaporkan sebuah akun ke polisi.

Damai tidak terima dilecehkan di media sosial.

Akun tersebut menuliskan bahwa Damai tidak mampu mengendalikan hujan saat World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, beberapa hari lalu.

Baca juga: Tanpa Lukaku, Chelsea Masih Bisa Pesta Gol Lawan Juventus, Lolos 16 Besar Liga Champion dengan Gaya

Padahal, Damai mengaku tidak pernah diminta panitia menjadi pawang hujan.

Tak terima dengan tudingan itu, Damai melaporkan kasus itu ke polisi.

Ia melaporkan sebuah akun Facebook dan Twitter dengan nama @leekuwangso yang diduga mengunggah fotonya di Sirkuit Mandalika dan menyebutnya sebagai pawang hujan yang gagal melakukan kontrol saat balapan.

Bagi Damai, kata-kata yang disebutkan dalam akun tersebut sangat menjatuhkan harga dirinya bersama keluarga dan masyarakat tempat tinggalnya.

Adapun dalam akun media sosial tersebut memajang fotonya dengan Presiden Joko Widodo dan menuliskan sebagai berikut:

the traditional rain controller not working at # WorldSBK (red: pawang hujan). Hujan badai guyur sirkuit mandalika, balapan pertama world not working alias gak mempan.

Damai selama ini memang dipercaya mampu memindahkan hujan atau menggeser hujan agar tidak jatuh di wilayah yang diminta.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved