Breaking News:

Guru Berkarya

Penerapan Norma Melalui Metode Inquiry Dan Discovery

Manusia pada dasarnya memiliki dua kedudukan, yaitu sebagai makhluk sosial dan makhluk individu.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Puji Nurhayati SPd, Guru SMPN 1 Watukumpul Kab Pemalang 

Oleh: Puji Nurhayati SPd, Guru SMPN 1 Watukumpul Kab Pemalang

MANUSIA pada dasarnya memiliki dua kedudukan, yaitu sebagai makhluk sosial dan makhluk individu. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, ia akan tergabung dalam kelompok manusia yang memiliki keinginan dan harapan yang harus diwujudkan secara bersama-sama. Akan tetapi, sebagai makhluk individu tiap orang memiliki perbedaan pemikiran dan perbedaan kepentingan.

Dalam kehidupan bermasyarakat, perbedaan kepentingan dapat menimbulkan adanya perselisihan, bahkan menjurus kea rah terjadinya kekacauan. Oleh karena itu, untuk menghindari adanya benturan akibat perbedaan kepentingan tersebut, diperlukan suatu tatanan hidup berupa aturan-aturan dalam pergaulan hidup di masyarakat.

Tatanan hidup tersebut biasanya disebut norma. Norma dibentuk untuk melindungi kepentingan-kepentingan manusia sehingga terwujud ketertiban dan kedamaian dalam kehidupan masyarakat. (Kemenetrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017).

Metode inquiry dan discovery pada dasarnya dua metode pembelajaran yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Inquiry artinya penyelidikan sedangkan discovery adalah penemuan. Dengan melalui penyelidikan siswa di SMP Negeri 1 Watukumpul akhirnya dapat memperoleh suatu penemuan.

Metode pembelajaran ini berkembang dari ide John Dewey (1913) yang terkenal dengan “Problem Solving Method” atau metode pemecahan masalah. Langkah-langkah pemecahan masalah sebagaimana dikemukakan di muka, merupakan suatu pendekatan yang dipandang cukup ilmiah dalam melalkukan penyelidikan dalam rangka memperoleh suatu penemuan. S

emua langkah yang ditempuh, dari mulai merumuskan masalah, hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis dengan data dan menarik kesimpulan jelas membimbing siswa untuk selalu menggunakan pendekatan ilmiah berfikir secara obyektif dalam memecahka masalah. Jadi, dengan metode inquiry dan discovery, siswa pada SMP Negeri 1 Watukumpul dapat melakukan suatu proses mental yang bernilai tinggi, di samping proses kegiatan fisik lainnya.

Pelaksanaan metode inquiry dan discovery mempunyai tiga macam cara. Pertama, Inquiry terpimpin : pada inquiry terpimpin pelaksanaan penyelidikan dilakukan oleh siswa berdasarkan petunjuk-petunjuk guru. Petunjuk diberikan pada umumnya berbentuk pertanyaan membimbing. Pelaksanaan pembelajaran dimulai dari pertanyaan inti.

Kedua,  Inquiry bebas. Dalam hal ini siswa melakukan penelitian bebas sebagaimana seorang scientist. Masalah dirumuskan sendiri, eksperimen/ penyelidikan dilakukan sendiri, dan kesimpulan, konsep diperoleh sendiri.

Ketiga, Inquiry bebas yang dimodifikasi. Berdasarkan masalah yang diajukan guru, dengan konsep atau teori yang sudah dipahami siswa melakukan penyelidikan untuk membuktikan kebenarannya.

Ada beberapa langkah umum dalam melaksanakan metode inquiry dan discovery menurut Richard Suchman. Pertama,  Identifikasi kebutuhan siswa. Kedua,  Seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip pengertian, konsep, dan generalisasai yang akan dipelajari. Ketiga,  Seleksi materi pembelajaran dan problema  atau tugas-tugas.

Keempat, Membantu memperjelas : Tugas problema yang akan dipelajari, Peranan masing-masing siswa, Mempersiapkan setting kelas dan alat-alat yang diperlukan, Mencek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan dan tugas-tugaas siswa, Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan penemuan, Membantu siswa dengan informasi jika diperlukan, Memimpin analisis sendiri(self analysis) dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses, Merangsang terjadinya interaksi antar siswa, Memuji dan membesarkan siswa yang tergiat dalam proses penemuan, Membantu siswa merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil penemuan.

Melalui metode inquiry dan discovery dapat meningkatkan proses belajar mengajar pada peserta didik di SMP Negeri 1 Watukumpul. Mereka merasa senang dengan adanya metode tersebut. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved